Kamis, 27 Januari 2011 03:27 WIB Karanganyar Share :

Pedagang klithikan diminta masuk Pasar Klodran

Karanganyar (Espos)–Pedagang klithikan yang berada di luar Pasar Klodran, diminta untuk masuk ke dalam pasar. Hal ini untuk menghidupkan kembali Pasar Klodran di Desa Klodran, Colomadu. Sebab sejak dibangun pada 2005 lalu, pasar tersebut sama sekali tidak mengalami perkembangan signifikan. Menurut Kepala Desa Klodran, Warsito, untuk mengembangkan pasar desa itu sangat sulit sebab pihaknya harus menghubungi sejumlah pemilik kios dan mengajaknya berembuk.

“Semua kios di sana sudah menjadi hak milik perorangan selama 15 tahun, dari 2005-2020. Dalam kontraknya seperti itu,” ujar Warsito saat ditemui Espos di kantor Desa Klodran, Rabu (26/1) pagi.

Karena kondisi pasar yang sudah lama mangkrak, nantinya para pemilik kios itu diminta untuk mengaktifkan kembali kiosnya masing-masing. Jika tidak, maka Pemdes mengimbau agar para pedagang klithikan di sana, diperbolehkan untuk berdagang di dalam kios. Selama ini, para pedagang itu membuat lapak sendiri di jalan masuk pasar, sebelah utara. Selain untuk meramaikan, pemindahan para pedagang itu juga untuk merapikan kondisi pasar yang kian semrawut.

Dulu, para pedagang klitihikan itu berjualan di sekitar kantor Kecamatan Colomadu. Mereka diminta pindah ke Pasar Klodran untuk meramaikan pasar itu.  Salah satu pedagang <I>klithikan<I>, Aris menyanggupi jika hanya diminta untuk pindah ke kios, tanpa ada biaya sewa kios. “Penghasilan kami masih pas-pasan. Rata-rata per hari hanya Rp 40.000-50.000. Kadang juga tidak dapat sama sekali,” kata Aris.

fas

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…