Kamis, 27 Januari 2011 01:01 WIB News Share :

Menuntut diangkat PNS, Perdes geruduk kantor Gubernur

Semarang (Espos)–Puluhan perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Jateng menggeruduk kantor Gubernur Jateng di Jl Pahlawan, Kota Semarang, Rabu (26/1). Massa PPDI yang berasal dari berbagai daerah di antaranya Boyolali, Kendal, Kota Semarang, Pekalongan dan Blora. Mereka meminta Gubernur Jateng Bibit Waluyo memasukkan draf usulan perangkat desa diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

“Karena dalam draf yang diajukan Gubernur Jateng kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri tak mencantumkan draf perangkat desa sebagai PNS,” kata Ketua PPDI Jateng, Karnoto. Menurutnya, Gubernur hanya mengakomodasi masukan dari persatuan kepala desa (Kades) yang mengusulkan sekretaris desa untuk diangkat menjadi PNS, serta perpanjangan masa jabatan Kades dari enam tahun menjadi delapan tahun. “Kami selaku perangkat desa juga minta diangkat sebagai PNS,” tandasnya.

Karnoto yang menjadi Perdes di Desa Kalipucang, Kabupaten Batang ini mengancam akan melakukan demonstrasi besar-besaran bila tuntutan PPDI tak ditanggapi. “Anggota PPDI Jateng mencapai 80.000 orang siap melakukan demonstrasi memperjuangkan tuntutan menjadi PNS,” katanya.

Namun keinginan massa PPDI bertemu Gubernur Bibit Waluyo gagal karena Bibit sedang ada acara ke luar. Mereka akhirnya diterima Asisten Pemerintahan Pemprov Jateng Pudjo Kiswanto. “Pak Pudjo menyatakan akan mengonsultasikan tuntutan PPDI dengan Gubernur. Kami memberikan batas waktu sampai 10 Februari mendatang. Bila tak ada tanggapi akan demonstrasi,” ujar Karnoto. ot

oto

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…