Kamis, 27 Januari 2011 12:13 WIB Tak Berkategori Share :

Kasus korupsi GLA, JPU bacakan surat dakwaan untuk Fransiska

Semarang (Espos)–Terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan perumahan bersubsidi Griya Lawu Asri (GLA) Karanganyar, Fransiska Riana Sari, Kamis (27/1) disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

Sidang tersebut dengan agenda pembacaaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sidang  dipimpin oleh majelis hakim Noor Ediyono, Kalimatul Jumroh dan Sidurane.

Dalam surat dakwaannya JPU yang beranggotakan Erna dan Endang Pauri dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar mengatakan terdakwa Fransiska telah menggunakan dana Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk pembangunan perumahan bersubsidi GLA senilai Rp 1,5 miliar.  Dana tersebut diserahkan kepada Tony Iwan Haryono dan pihak-pihak lainnya. Waktu itu Fransiska menjabat sebagai ketua Koperasi Serba Usaha(KSU)  Sejahtera yakni tahun 2007.

Dalam pembangunan GLA dan dana rehabilitasi rumah warga, Kemenpera melalui KSU Sejahtera Karanganyar menyalurkan dana Rp 15,6 miliar. Tetapi dana tersebut hanya digunakan untuk pembangunan perupahan GLA senilai Rp 6, 67 miliar dan rehabilitasi senilai Rp 769 juta. Sisanya senilai Rp 6,9 miliar diserahkan Fransiska kepada Handoko Mulyono sewaktu serah terima ketua KSU Sejahtera tahun 2008.

Menanggapi tuntutan itu Fransiska melalui kuasa hukumnya, Wahyu Theo dan kawan-kawan mengatakan surat dakwaan dari JPU tidak cermat dan tidak jelas.

oto

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…