Kamis, 27 Januari 2011 20:10 WIB Hukum Share :

Jengkel, seorang ayah di Solo buang bayi ke sungai

Bayi yang dilepar itu: Foto/Ponco

Solo (Espos)–M Ridwan, 26, warga  Tapen RT 5/RW V, Nusukan, Banjarsari, Kamis (27/1) pukul 11.00 WIB tega membuang darah dagingnya sendiri yang baru berusia 4 bulan ke arus Kali Pepe, Solo.

Sadis, pembuangan bayi itu dilakukan di depan isterinya, Sriyanti, 22.  Pagi itu M Ridwan menggendong anak semata wayangnya saat Sriyanti mencuci baju. Entah kenapa, selama digendong, Gara (panggilan akrab Vino Ariya Nata Negara) selalu menangis. Tangisan itu semakin lama diduga semakin memerahkan telinga sang ayah. Melihat M Ridwan kesulitan menenangkan Gara, Sriyanti pun menghentikan sejenak aktivitasnya yakni mencuci untuk menasehati suaminya agar mengipasi bayinya. Sriyanti menilai, tangisan Gara disebabkan bayinya mulai gerah dengan cuaca panas.

Di tengah dirinya disibukkan dengan cucian pakaian yang menumpuk, Sriyanti  kaget bukan kepalang saat suaminya hanya memegangi salah satu kaki bayi dengan tangan kanannya. Dengan posisi kepala di bawah dan kaki di genggam tangan kanannya, M Ridwan mengambil posisi yang pas untuk melemparkan bayi ke arah Kali Pepe yang ada di sebelah selatan rumahnya. Dengan sekali ayunan, bayi tak berdosa itu pun terlempar ke arus Kali Pepe.

“Bayi itu dibuang di depan mata saya. Tak tahu harus berbuat apa, saya langsung berteriak minta tolong kepada adik saya (Wahyu Nugroho, 17 –red). Sementara, saya membangunkan Wahyu, suami saya justru lari ke arah timur,” kata Sriyanti saat ditemui wartawan di Mapolsek Banjarsari usai kejadian berlangsung.

“Arus sungai cukup besar, karena baru saja terjadi banjir. Tanpa pikir panjang, saya pun langsung terjun dari tanggul ke arah Kali Pepe untuk menyelamatkan Gara. Saat terjun, dengkul saya sempat terluka karena berbenturan dengan batu,” kata Wahyu Nugroho.

Sekalipun sudah berhasil mengangkat bayi dari sungai, pikiran Wahyu masih tertuju pada aksi M Ridwan yang enggan bertanggungjawab dengan perbuatannya. Pikiran itu pun kembali tenang, saat dirinya mendengar kabar M Ridwan sudah ditangkap tetangganya, Pramono, 56, bersama warga lainnya.

“Bayi dalam kondisi selamat setelah diperiksa oleh tim medis di Puskesmas Banjarsari. Sedangkan, tersangka M Ridwan juga sudah kami tangkap dan terhindar dari amukan massa,” tegas Kapolsek Banjarsari, Kompol Erwin Hartadinata mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Nana Sudjana.

Di Mapolsek Banjarsari, tersangka yang bertelanjang dada tak dapat mengelak dari tuduhan percobaan pembunuhan dan kasus KDRT.  “Tersangka dikirim hari ini juga ke Polresta Solo. Karena, kasus itu sudah ditangani Polresta. Yang jelas, tersangka akan dengan Pasal KDRT atau percobaan pembunuhan. Motif tersangka sendiri baru diketahui berpangkal dari kejengkelan karena anaknya terus-terusan menangis,” katanya.

pso

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…