Kamis, 27 Januari 2011 23:00 WIB Internasional Share :

Banjir Australia hilangkan setengah persen GDP

Sydney–Banjir yang melanda sebagian besar daerah di Australia sebelah timur akan memotong setengah persen pertumbuhan GDP dalam tahun fiskal 2010, kata Perdana Menteri Australia Julia Gillard pada Kamis (27/1). PM Gillard juga memprediksi butuh 5,6 miliar dolar Australia (Rp 50,4 triliun) untuk pembangunan kembali wilayah yang terkena banjir yaitu kawasan tambang dan pertanian di negara bagian Queensland bulan ini.

Banjir tersebut menewaskan 35 orang dan menghancurkan infrastruktur dan puluhan ribu rumah sementara banjir masih merendam lahan pertanian dan perumahan di kawasan sebelah tenggara Victoria. “Laporan awal Departemen Keuangan memperkirakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP) dalam tahun keuangan saat ini berkurang sekitar setengah persen karena banjir,” kata Gillard kepada National Press Club. “Perkiraan awal tersebut menunjukkan biaya langsung atas anggaran federal karena bencana banjir di musim panas ini adalah sebesar 5,6 miliar dolar Australia “, tambahnya.

Dengan perkiraan tesebut maka banjir itu saat ini “tebukti menjadi bencana alam termahal bagi negara kita,” kata Gillard yang juga mengumumkan pemotongan belanja dalam jumlah besar dan mengatakan ia akan memungut pajak satu kali dari pendapatan individu untuk memenuhi jumlah tersebut. Australia yang perekonomiannya digerakkan oleh penjualan komoditas itu merupakan satu-satunya negara maju yang terhindar dari krisis finansial global karena kuatnya permintaan dari Asia untuk produk batu bara, biji besi dan sumber daya alam lain milik Australia, membantunya untuk mengelak dari kesulitan ekonomi terburuk tersebut.

Ant

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…