Kamis, 27 Januari 2011 21:56 WIB Ekonomi,Solo Share :

60% UMKM belum berizin

Solo (Espos)–Sedikitnya 60% dari total 6.075 pengelola usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Solo belum mengantongi surat izin usaha perdagangan (SIUP). Data Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop & UMKM) Solo menyebutkan hanya sekitar 2.000 pengelola UMKM yang menyadari pentingnya izin tersebut dan telah memenuhinya.

Namun, sebagian besar masih mengabaikan. Padahal surat itu penting untuk legalitas UMKM bersangkutan, serta menjadi salah satu syarat mendapatkan pinjaman modal dari perbankan. Kepala Dinkop & UMKM Solo, Saleh, menyayangkan kenyataan sebagian besar UMKM di Kota Bengawan belum mengantongi SIUP. Pasalnya, tidak adanya izin itu, berarti UMKM tidak mungkin mendapat kucuran kredit dari perbankan.

“Untuk memberi kredit, bank menyaratkan legal formal, yaitu SIUP dan agunan. Kalau SIUP saja tidak punya, bagaimana bank bisa melirik mereka,” kata Saleh, kepada Espos, Kamis (27/1). Terkait kondisi tersebut, Saleh melanjutkan, tahun 2011 ini Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana memberikan SIUP secara gratis kepada 3.000 pelaku UMKM. Dia berharap, adanya program tersebut dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya dengan pinjaman modal dari perbankan.

Sementara itu, Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Solo mulai mempersiapkan untuk memberikan pelayanan SIUP gratis kepada 3.000 pelaku UMKM, sesuai target. Tahun ini, SIUP gratis itu difokuskan untuk kalangan pedagang di 42 pasar tradisional se-Solo. Kepala KPPT, Toto Amanto menjelaskan pedagang pasar bisa dengan mudah mendapatkan SIUP dengan menyerahkan surat hak penempatan (SHP) di pasar bersangkutan dan foto kopi kartu tanda penduduk (KTP). “Ke depan pembuatan SIUP memang arahnya gratis. Tapi untuk tahun ini, kita mulai dulu dengan 3.000 UMKM. Karena syaratnya hanya SHP, saya rasa pedagang baru pun bisa mengajukan,” ujar dia.

tsa

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…