Kamis, 27 Januari 2011 14:59 WIB Solo Share :

2010, Kematian bayi di Solo capai 57 kasus

Solo (Espos)–Dinas Kesehatan Kota (DKK) Pemkot Solo mencatat sebanya 57 bayi meninggal dunia sepanjang tahun 2010. Angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 60 kasus.

Kepala DKK, dr Sri Wahyuningsih saat ditemui wartawan seusai menggelar rapat kerja (Raker) dengan Panitia Khusus (Pansus) Persetujuan Pinjaman Daerah di Gedung Dewan, Rabu (26/1), mengakui kendati mengalami penurunan jumlah, capaian 57 kasus kematian bayi atau 5,9/1.000 kelahiran hidup (KLH) pada tahun 2010 itu terbilang masih tinggi.

“Angka itu memang masih cukup tinggi. Namun angka itu masih jauh di bawah angka kematian bayi tingkat nasional yang mencapai 23/1.000 KLH. Kami berharap jumlah itu bisa ditekan pada tahun ini. Kalau bisa angkanya menjadi nol,” jelas Sri Wahyuningsih.

Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat DKK, dr Erna Harnanie menimpali, sebagian besar bayi yang meninggal dunia itu berusia satu bulan. Menurut Erna, penyebab kematian bayi di antaranya terjadi kelainan yang diderita ibu hamil, penyakit bawaan, serta kondisi bayi yang lahir prematur. ”Umumnya bayi yang meninggal dunia itu memiliki berat badan di bawah 2,5 kg. Namun, ada pula yang memiliki penyakit bawaan seperti kelainan jantung atau organ lainnya,” urai dia.

mkd

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…