Rabu, 26 Januari 2011 04:31 WIB Sragen Share :

Siswa SMA Muhammadiyah 1 Sragen dipolitisasi

Sragen (Espos)–Sejumlah pengurus kelas di SMA Muhammadiyah 1 Sragen diduga dikondisikan pihak sekolah untuk memilih calon bupati (Cabup)-calon wakil bupati (Cawabup) asal koalisi kerakyatan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 19 Maret mendatang.

Informasi yang dihimpun di lapangan, pengondisian untuk mendukung pasangan Agus Fatchurrahman-Daryanto (ADA) dilakukan dalam pertemuan di aula sekolah yang dihadiri kepala sekolah (Kasek), Selasa (25/1) siang. Seorang pengurus kelas X yang enggan disebut nama saat dijumpai wartawan, Selasa, mengungkapkan pertemuan hanya dihadiri ketua dan sekretaris kelas dari kelas X-XII di sekolah ini. Dia mengatakan semua pengurus kelas diminta untuk memilih pasangan tertentu dalam Pilkada 2011. Selain itu, kata dia, ajakan untuk memilih ini juga diminta disebarluaskan kepada para siswa lainnya di kelas masing-masing dan keluarganya.

“Saya mengikuti pertemuan itu. Materinya banyak, salah satunya agar dalam Pilkada mendatang memilih pasangan ADA. Semua pengurus kelas yang hadir setuju semua untuk memilih pasangan itu. Saya sendiri juga setuju untuk memilih pasangan itu, karena pasangan itu sama-sama kader Muhammadiyah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah I Sragen, Mustofa saat dikonfirmasi wartawan membantah adanya pengondisian siswa untuk memilih pasangan ADA. “Pertemuan itu memang ada, tetapi bukan untuk mengondisikan siswa untuk memilih pasangan ADA. Pertemuan itu hanya untuk memberi motivasi kepada siswa tentang perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah dan untuk mengantisipasi kenakalan remaja,” ujar Mustofa.

trh

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…