Rabu, 26 Januari 2011 19:35 WIB Ekonomi,Solo Share :

Penambahan penerbangan ke Solo, Pemkot diminta beri insentif

Solo (Espos)— Walikota Solo diminta mempertimbangkan pemberian insentif bagi pengelola maskapai penerbangan untuk meramaikan jalur penerbangan ke Indonesia Timur melalui Bandara Adi Sumarmo. Kebijakan serupa juga diterapkan sejumlah pemerintah daerah (Pemda) di Indonesia Timur dan terbukti berjalan. Hal tersebut disampaikan pengurus Badan Promosi Pariwisata Indonesia Kota Solo (BPPIS), Bambang Ari, saat dijumpai wartawan, di Solo, Rabu (26/1).

Bambang yang berasal dari kalangan akademisi itu menyebut dalam studi yang dilakukan pihaknya atas  data Association Indonesian Tours and Travels Agencies (Asita) Solo belum lama ini, ternyata dalam sebulan setidaknya ada 300 rombongan wisatawan yang membutuhkan jasa penerbangan dari Solo ke Denpasar dan Solo ke Surabaya.

“Kalau dalam sebulan saja, berdasarkan studi kami, ada 300 rombongan wisatawan yang membutuhkan penerbangan ke Indonesia Timur mengapa peluang itu tidak ditangkap. Saya rasa, tidak ada salahnya pemerintah kota (Pemkot) Solo menyediakan insentif ke maskapai asal bisa mewujudkan itu,” papar Bambang.

Menanggapi usulan insentif dan menambah penerbangan ke Indonesia Timur, Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) mengaku pihaknya tidak keberatan. Namun, dia meminta semua pihak menyadari kewenangan dalam membuat keputusan anggaran berada di tangan DPRD. “Insentif ke maskapai itu tanyakan ke DPRD. Kalau mereka oke, ya bisa saja,” tandasnya. Lebih jauh mengenai upaya menambah penerbangan ke Solo, Jokowi mengatakan Pemkot telah beberapa kali mengadakan pembicaraan dengan maskapai penerbangan namun nyaris tanpa hasil. Pasalnya, beberapa kali hal itu dicoba nyatanya pengelola maskapai akhirnya memilih berhenti. Jokowi beranggapan, lebih baik membiarkan rute penerbangan dari Solo ke Denpasar atau Solo-Surabaya tumbuh secara alami.

tsa

Kolom

GAGASAN
Pertanian Maju, Petani Sejahtera

Gagasa ini dimuat Harian Solopso edisi Kamis (16/11/2017). Esai ini karya Budi Sutresno, anggota staf Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar. Solopos.com, SOLO–“Maju Pertaniannya, Sejahtera Petaninya” adalah semacam doa yang diilhami dari tagline Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjelang perayaan seabad Kabupaten…