Rabu, 26 Januari 2011 20:36 WIB News Share :

Pembuktian terbalik kekayaan Gayus di pengadilan

Jakarta–Salah satu instruksi presiden akan langsung dilaksanakan oleh Mabes Polri dalam menangani perkara Gayus Tambunan. Kepolisian akan menggunakan cara pembuktian terbalik untuk mengusut kekayaan Gayus. Kabareskrim, Komjen Ito Sumardi menjelaskan, pihaknya akan menggunakan teknik itu di pengadilan nanti dalam perkara kekayaan Gayus.

“Nanti di persidangan mungkin nanti akan dilakukan, dicoba beban pembuktian terbalik,” jelas Ito dalam jumpa pers di Gedung Ditjen Pajak, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (26/1).

Ito mengatakan, pihaknya akan menjadikan uang Rp 10,4 miliar dan perhiasan serta uang tunai yang jika ditotal mencapai Rp 75,5 miliar itu menjadi barang bukti. Nantinya, barang bukti ini akan ikut disertakan ke jaksa. “Kalau tidak bisa dipertanggungjawabkan, maka ada aturan hukum. Tapi semua itu domain dari peradilan,” jelas Ito. Pada kesempatan itu Ito juga memaparkan, Gayus ternyata sempat berada cukup lama di rumah pribadinya. “Saya juga kurang tahu pasti, ada beberapa kali, jadi ada satu yang cuma satu hari. Selesai sidang seminggu di rumah. Jadi dihitung total ada 68 hari,” jelas Ito. Dia kembali menegaskan, jika Gayus tidak pernah keluar dari rutan Brimob sebanyak 68 kali. Yang benar, jika ditotal keseluruhan Gayus berada di luar tahanan, jumlahnya mencapai 68 hari.

“Saya luruskan 68 hari, bukan 68 kali,” ucap Ito. MPabes Polri sendiri belum menemukan bukti bahwa Gayus Tambunan keluar dari ruang tahanan Mako Brimob di antaranya untuk bertemu Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Tetapi pihaknya akan segera menyelidiki informasi tersebut.

dtc

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…