Rabu, 26 Januari 2011 23:01 WIB Ekonomi,Solo Share :

Pariwisata Solo masih perlu dibenahi

Solo (Espos)–Guna mencapai target rata-rata okupansi hotel se-Soloraya dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), pengelola hotel meminta pemerintah daerah bisa lebih fokus menerapkan kebijakan terkait kepariwisataan. “Bukan bermaksud apa-apa, tapi kalau pemerintah bisa lebih banyak menarik wisatawan datang ke Solo, maka okupansi hotel akan meningkat. Hal ini tentu juga akan berpengaruh terhadap tingkat PAD Soloraya,” ujar Wakil Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Solo Bidang Hotel Berbintang, Purwanto Yudhonagoro, Selasa (25/1).

Untuk itu, Purwanto mengusulkan harus ada sinergi antara pemerintah, pelaku pariwisata dan PHRI. Selain itu, pihaknya juga menggulirkan gagasan mengenai pembenahan dari seluruh komponen, baik dari masyarakat maupun infrastruktur pariwisata. “Semestinya perlu ada edukasi dari tingkat bawah, misalnya pengamen harus sopan, tukang parkir juga jangan mematok harga lebih mahal untuk wisatawan luar kota, sehingga bisa memberikan kesan positif di kalangan wisatawan,” imbuh dia.

Sebenarnya, lanjut Purwanto, Solo memiliki potensi yang lebih dalam kepariwisataan. “Point of interest di Solo harus ditata lagi, seperti keraton dan masalah penerbangannya,” imbuh Purwanto.

Menanggapi hal itu, terpisah, Kepala Bidang Pelestarian, Promosi dan Kerjasama, Budy Sartono, mengungkapkan Pemkot memang telah melakukan beberapa upaya untuk memberikan kesan positif di kalangan wisatwan yang datang dan yang akan datang ke Solo. “Tapi Pemkot kan tidak sekadar memikirkan infrastruktur destinasi, kami juga berpikir secara keseluruhan. Bagaimana penataan kota agar nyaman dikunjungi wisatawan. Penguatan city branding sudah kami upayakan karena kalau brand sudah melekat, orang akan banyak datang ke Solo, ” kata Budy di ruang kerjanya, Rabu (26/1).

m97

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…