Rabu, 26 Januari 2011 01:21 WIB Pendidikan Share :

Marak, penipuan berdalih dana pendidikan

Solo (Espos)–Penipuan berdalih bantuan dana pendidikan atas nama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah kembali marak. Oleh karena itu guru, sekolah, dosen dan pensiunan diminta waspada. Ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (25/1), Kepala Disdikpora Solo, Rakhmat Sutomo, mengatakan berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan Jawa Tengah Nomor 359/00240 tanggal 10 Januari 2011, disinyalir saat ini banyak terjadi penipuan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab mengatasnamakan pejabat di lingkungan pendidikan.

Sesuai laporan, katanya, sasaran dan korban penipuan pada umumnya adalah Kasek/guru, dosen dan pengelola satuan pendidikan baik negeri maupun swasta di semua jenjang pendidikan. Modus penipuan pada umumnya menginformasikan seolah-olah korban akan menerima sejumlah dana pendidikan tetapi harus menyetor uang terlebih dahulu pada rekening bank yang ditentukan pelaku.

“Saya sudah menerima lebih dari empat laporan. Modus tersebut biasanya dilakukan melalui handphone dengan nomor prabayar. Penipu mengirimkan SMS, telepon langsung, ada juga yang menggunakan surat tertulis,” terangnya. Rakhmat menegaskan tidak ada model pemberian atau pencairan bantuan dengan pemberitahuan melalui telepon atau SMS. Semuanya dilakukan menggunakan surat resmi. “Jadi kalau ada yang mendapatkan kasus seperti itu jangan langsung percaya,” ujarnya. Demikian halnya soal seseorang yang mengaku wartawan lalu menjanjikan bisa menginformasikan suatu hal dengan meminta imbalan, Rakhmat meminta orang tersebut tidak usah dilayani.

ewt

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…