Rabu, 26 Januari 2011 03:25 WIB Ekonomi Share :

Kredit macet dana bergulir UMKM di Solo capai 5-10%

Solo (Espos)--Kredit macet pembayaran pinjaman dana bergulir untuk pengelola usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Bengawan tercatat berkisar 5-10%.

Meski terbilang kecil, namun pihak Dinas Koperasi dan Usaha Mikron Kecil dan Menengah (Dinkop & UMKM) Solo akan memberlakukan seleksi ketat bagi calon UMKM penerima bantuan dana bergulir di tahun 2011. Sementara, tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, melalui dinas tersebut, berencana menggulirkan dana bantuan total Rp 600 juta. Diperkirakan sekitar 300 UMKM yang lolos seleksi akan menerima dana bergulir senilai minimal Rp 2 juta.

Kepala Dinkop & UMKM Solo, Saleh, menjelaskan anggaran Rp 600 juta dari APBD 2011 telah disetujui. Saat ini, pihaknya tengah menjaring peminat dari kalangan UMKM. Data Dinkop & UMKM menyebut jumlah pemohon bantuan kini mencapai 101 UMKM. Terdiri dari 61 UMKM sisa tahun 2010 yang belum terkover dan pengajuan baru 40 UMKM. Selanjutnya, Dinkop akan melalukan seleksi dan verifikasi ketat sebelum meloloskan UMKM yang tahun ini menerima bantuan dana bergulir.

“Memang persentase yang macet hanya antara 5-10%. Tapi, karena ditumpuk sejak 2002, pertama kali bantuan ini digulirkan, otomatis jadi banyak. Tahun ini kami tidak mau itu terjadi lagi,” jelas Saleh, saat ditemui Espos, di ruang kerjanya, Selasa (25/1).

Upaya memperketat verifikasi tersebut dilakukan dengan menerjunkan tim survei untuk lebih detail mengetahui kondisi UMKM calon penerima dana. Misalnya, UMKM mengajukan bantuan dana bergulir untuk modal usaha bakso, maka tim harus memastikan apakah UMKM bersangkutan memiliki gerobak bakso, peralatan dan lain-lain yang membuktikan kebenaran usaha dimaksud. Saleh menegaskan pihaknya tidak ingin uang negara yang digulirkan salah sasaran, dengan memberikan bantuan pada UMKM fiktif.

Kepala Seksi (Kasi) Usaha dan Permodalan, Dinkop & UMKM Solo, Sri Subekti, di tempat yang sama, menambahkan, berdasarkan catatan pihaknya bantuan dana bergulir dengan bungan 6% tanpa agunan itu sangat diminati pengelola UMKM di Solo. Selama dua tahun berturut-turut misalnya, Dinkop & UMKM selalu menggulirkan dana bagi 200 UMKM per tahun.

Bantuan tersebut dinilai sangat membantu bagi kalangan UMKM. Pasalnya selama ini mereka cenderung kesulitan mengakses dana pinjaman dari perbankan, lantaran tak memiliki surat-surat legal formal dan agunan.  “Bantuan ini banyak peminatnya. Contohnya, di tahun 2010, kami sampai menunda memberikan bantuan setahun, karena memang banyak peminatnya,” ujar dia.

tsa

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…