Rabu, 26 Januari 2011 10:50 WIB News Share :

Kalahkan Presiden, gaji direktur BI capai Rp 130 juta

Jakarta–Tak hanya dewan gubernur Bank Indonesia (BI) yang gajinya besar, gaji level pejabat direktur di BI pun tak kalah besar mencapai Rp 130 juta per bulan. ni berarti gaji Direktur BI mengalahkan gaji presiden yang ‘hanya’ Rp 62 juta per bulan.

Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azhar Azis mengatakan kesenjangan struktur besaran gaji pegawai di BI cukup besar. Besaran gaji pegawai paling rendah di BI mencapai Rp 3-5 juta, sementara level direktur bisa mencapai Rp 130 juta per bulan dan dewan gubernur mencapai Rp 200 juta lebih per bulan.

Harry mengatakan, kesenjangan yang besar ini tidak bisa dijelaskan oleh Dewan Gubernur BI kepada DPR. Padahal di tahun ini BI mengajukan kenaikan gaji pegawai sebesar 7% dan 9,5% untuk pegawai berkinerja tinggi.

“Pembahasan kenaikan gaji pegawai BI ini alot karena BI tak bisa menjelaskan kenapa mengajukan besaran kenaikan gajinya 7%, dan komponennya apa saja,” ujar Harry, Rabu (26/1).

Dijelaskan Harry, gaji pejabat direktur BI senilai Rp 130 juta per bulan ini belum termasuk tunjangan-tunjangan yang diterima.

“Padahal gaji paling bawah di BI Rp 3-5 juta untuk pegawai di luar struktural seperti outsourcing, sementara yang struktural di atas Rp 3-5 juta,” imbuhnya.

Hari ini Komisi XI DPR dan Deputi Gubernur BI yaitu Halim Alamsyah dan Muliaman D. Hadad masih membahas perihal kenaikan gaji ini. Sejak Selasa kemarin, DPR dan jajaran BI rapat membahas Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) di Hotel Aryaduta.

“Hari ini kita minta mereka (BI) untuk memaparkan gaji masing-masing pegawai struktural tersebut,” tukas Harry.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…