Rabu, 26 Januari 2011 21:57 WIB Wonogiri Share :

Jalur Wonogiri-Ponorogo terancam putus

Wonogiri (Espos)–Perbaikan jalan penghubung Jateng-Jatim melalui Wonogiri dan Ponorogo yang longsor di depan SPBU Slogohimo, Wonogiri, Senin (24/1) lalu tampaknya tak bisa menunggu lagi. Pasalnya, area pelataran SPBU yang digunakan sebagai jalur alternatif sementara kini juga mulai rusak. Rusaknya jalur alternatif itu hingga tak bisa dilewati, akan membuat jalur tersebut putus total. Kendaraan kecil seperti mobil atau sepeda motor mungkin masih bisa memutar lewat jalan kampung meskipun jarak tempuhnya jadi lebih jauh, tapi untuk kendaraan besar seperti bus AKAP dan truk tronton tidak ada pilihan lain selain berhenti dan berputar balik.

Camat Slogohimo, Budi Susilo, kepada Espos melalui telepon selulernya, Rabu (26/1) mengungkapkan karena telah dilewati terlalu banyak kendaraan berat selama tiga hari terakhir, area pelataran SPBU itu yang hanya dilapis aspal dan cor-coran itu mulai rusak di beberapa bagian.

“Ini beberapa bagian sudah turun dari tinggi permukaan semula sehingga kendaraan yang lewat harus berjalan sangat pelan karena rodanya pasti agak <I>jeglong<I>. Kendaraan-kendaraan itu harus lewat secara bergiliran, jadi ya lalu lintas agak tersendat, apalagi pada pagi hari yang selalu ramai,” ungkap Budi. Budi mengatakan pagi tadi petugas kembali melanjutkan pekerjaan membersihkan lokasi longsor. Budi sangat berharap perbaikan jalan itu tidak memakan waktu terlalu lama.

Sebagaimana diinformasikan, jalur Jateng-Jatim tersebut longsor karena lapisan tanah di bawah aspal tergerus air dari gorong-gorong baja di bawahnya yang rusak. Longsor tersebut menciptakan sebuah terowongan sepanjang delapan meter, tinggi 3,7 meter, dan lebar sekitar 1,5 meter di bawah lapisan aspal. Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga menyatakan sudah berusaha secepat mungkin memperbaikinya.

shs

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…