Rabu, 26 Januari 2011 12:11 WIB News Share :

Hujan abu Bromo di Lumajang makin parah

Lumajang–Guyuran abu Bromo di wilayah Kabupaten Lumajang semakin parah. Bahkan, saat ini abu Bromo sudah menyebar merata hingga 12 Kecamatan. Selain itu abu Bromo juga mengganggu jarak pandang pemakai kendaraan bermotor.

Dari pengamatan, aktivitas warga juga mulai terganggu, karena kepekatan abu ini juga mengancam kesehatan masyarakat karea membuat mata pedih dan mengganggu pernafasan.

“Kalau tidak pakai masker saya tidak bisa bernafas lega, mas. Karena, abu sangat pekat. Mata juga jadi pedih kalau abu masuk ke mata,” kata Puji Yuliastutik, warga Perumahan Tukum Indah, Desa Tukum, Kecamatan Tekung saat ditemui di Alun-alun Kabupaten Lumajang, Rabu (26/1).

Sementara, Rochani, Sekretaris Satlak Penanggulangan Bencana (PB) Kabupaten Lumajang ketika dikonfirmasi menyebutkan, hujan abu yang semakin pekat sejak Sabtu (22/1) lalu sampai hari ini, memang meluas sampai 12 wilayah Kecamatan.

“Dari pantauan kami, guyuran abu ini merata sejak dari Kecamatan Pasirian sampai Ranuyoso. Sedikitnya 12 wilayah Kecamatan yang terdampak dan yang terparah adalah wilayah Kecamatan Gucialit serta Senduro,” kata Rochani.

Untuk mengantisipasi guyuran abu ini, Satlak PB Kabupaten Lumajang telah mendistribusikan masker dengan stok yang semakin menipis. “Sejak kemarin, Satlak PB bersama Dinkes Lumajang mendistribusikan masker sebanyak 1.000 buah kepada masyarakat Gucialit dan Senduro. Saat ini, stok masker telah habis dan kami telah mengajukan ke provinsi sebanyak 100 ribu masker lagi karena kebutuhannya memang banyak,” ungkapnya.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…