Rabu, 26 Januari 2011 23:21 WIB Ekonomi,Solo Share :

Cegah kredit macet, UMKM diseleksi ketat

Solo (Espos)— Kredit macet pembayaran pinjaman dana bergulir untuk pengelola usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Bengawan tercatat berkisar 5-10%. Meski terbilang kecil, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Dinkop & UMKM) Solo akan memberlakukan seleksi ketat bagi calon penerima bantuan dana bergulir 2011.  Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, melalui dinas tersebut, berencana menggulirkan dana bantuan total Rp 600 juta. Kepala Dinkop & UMKM Solo, Saleh, menjelaskan anggaran Rp 600 juta dari APBD 2011 telah disetujui. Saat ini, pihaknya tengah menjaring peminat dari kalangan UMKM.  Data Dinkop & UMKM menyebut jumlah pemohon bantuan kini mencapai 101 UMKM, terdiri atas 61 UMKM sisa tahun 2010 yang belum terkover dan pengajuan baru 40 UMKM.

“Memang persentase yang macet hanya antara 5-10%. Tapi, karena ditumpuk sejak 2002, pertama kali bantuan ini digulirkan, otomatis jadi banyak. Tahun ini kami tidak mau itu terjadi lagi,” jelas Saleh, saat ditemui Espos, di ruang kerjanya, Selasa (25/1). Verifikasi tersebut dilakukan dengan menerjunkan tim survei untuk lebih detail mengetahui kondisi UMKM calon penerima dana.

Saleh menegaskan pihaknya tidak ingin uang negara yang digulirkan salah sasaran, dengan memberikan bantuan pada UMKM fiktif. Kepala Seksi (Kasi) Usaha dan Permodalan, Dinkop & UMKM Solo, Sri Subekti, di tempat yang sama, menambahkan, berdasarkan catatan pihaknya bantuan dana bergulir dengan bunga 6% tanpa agunan itu sangat diminati pengelola UMKM di Solo. Selama dua tahun berturut-turut misalnya, Dinkop & UMKM selalu menggulirkan dana bagi 200 UMKM per tahun.

“Bantuan ini banyak peminatnya. Contohnya, di tahun 2010, kami sampai menunda memberikan bantuan setahun, karena memang banyak peminatnya,” ujar dia.

tsa

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…