Rabu, 26 Januari 2011 02:23 WIB Solo Share :

Air tanah asin, warga Rusunawa Semanggi beli air keliling

Solo (Espos)–Warga rumah susun sewa (Rusunawa) Semanggi mengeluhkan kualitas air tanah yang tidak tawar. Rasa air tanah tersebut asin dan tidak cocok untuk keperluan minum dan memasak. Untuk mencukupi kebutuhan air minum sehari-hari, warga setiap hari membeli air tawar seharga Rp 2.000 hingga Rp2.500/ 20 liter.

Salah satu warga penghuni Rusunawa Semanggi, Suntoro, mengatakan kondisi air di lokasi tersebut sudah ada sejak berdiri Rusunawa. “Memang air tanah di sini kurang memenuhi standar, rasanya lebih asin dan terasa sekali kalau untuk menanak nasi,” katanya saat ditemui
Espos di Rusunawa Semanggi, Selasa (25/1).

Warga Rusunawa hanya memanfaatkan air tanah itu untuk mencuci dan mandi. “Sedang untuk masak dan minum terpaksa membeli air dari penyedia air tawar keliling,” imbuh Suntoro.

Rata-rata setiap keluarga membutuhkan satu jerigen air ukuran 20 liter. Namun ada pula yang membutuhkan dua jerigen. Bagi warga yang memiliki uang lebih, dapat berlangganan air minum isi ulang seharga Rp 4.000/ galon. “Tidak ada anggaran khusus untuk membeli kebutuhan air, karena memang tidak terlalu mahal,” katanya.

Diperkirakan setiap keluarga menghabiskan Rp 50.000  hingga Rp 60.000 per bulan untuk mencukupi kebutuhan air bersih. Hal senada di sampaikan warga RT 5/ RW VI Semanggi, Sirilan. Ia mengatakan kondisi air di daerah tersebut tidak sejernih di daerah lain. “Kalau sudah terbiasa ya biasa. Tapi kalau ada yang lebih jernih baru terasa bedanya,” katanya.

Kondisi ini, akunya, sudah terjadi sejak lama.  Keluarganya dan warga lainnya biasa memanfaatkan fasilitas air dari PDAM untuk kebutuhan setiap hari. “Iuran seikhlasnya untuk membayar ke PDAM, jika ada uang lebih untuk biaya perawatan dan kas RT,” tambahnya.

aha

YAYASAN INTERNUSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…