Selasa, 25 Januari 2011 01:09 WIB Ekonomi Share :

Website Destinationsolo.com temui kendala

Solo (Espos)--Pengembangan website promosi Kota Solo kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dengan Puskom Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, www.destinationsolo.com temui kendala.

Setelah berjalan setahun, website yang dikelola dari Swedia itu baru menampung belasan pelaku bisnis wisata, dari perhotelan dan restoran. Kepala Puskom UNS Solo, Sutanto menjelaskan pengembangan website tersebut terkendala masih minimnya antusiasme kalangan pelaku bisnis wisata. Padahal, website itu membuka peluang promosi pelaku wisata di tengah pasar pariwisata dunia. Destinatioansolo.com memberi informasi komplit mengenai hotel dan restoran di Solo, termasuk mengenai tarif.

Calon wisatawan dapat leluasa menentukan pilihan menginap dan makan saat berwisata ke Solo. “Dalam dua kali sosialisasi, baru ada belasan yang masuk. Sepertinya banyak yang tidak tertarik,” kata Sutanto, saat ditemui Espos, di Solo, Senin (24/1).

Destinationsolo.com
disamping memberi deskripsi hotel, restoran dan objek wisata di Solo juga memberi kesempatan wisatawan melakukan aplikasi, seperti booking kamar atau restoran hanya melalui web.  Berdasarkan catatan pihaknya, sejumlah hotel dan restoran telah memanfaatkan aplikasi tersebut. Di antaranya, Best Western Premier Hotel, Sunan Hotel, Lorin Hotel, Kusuma Sahid Prince Hotel, Indah Pallace Hotel, Solo Inn Hotel, dan Rumah Turi.

Lebih jauh, Sutanto menilai minimnya sosialisasi website tersebut juga menjadi kendala tersendiri. Sejauh ini, dia menyebut, Puskom hanya berperan sebagai operator website. Mengenai isi, pelaku bisnis wisata lah yang lebih tahu. Sementara mengenai promosi, Sutanto berharap Pemkot Solo, dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Solo, membantu menyosialisasikan website ke masyarakat. “Sederhana saja, katakanlah membuat stiker www.destinationsolo.com. Ini penting untuk mengenalkan website promosi kota kepada masyarakat,” urainya.

Di sisi lain, kalangan pelaku bisnis wisata ternyata masih bertanya-tanya mengenai produk Destinationsolo.com . General Manager Halai International Execitive Club, Masrido Sine, saat berbincang dengan Espos, di Solo, Sabtu (22/1), mengatakan kesulitan mengakses ke website tersebut. Padahal, dalam sosialisasi yang pernah disampaikan Pemkot, website itu membuka peluang kepada pengelola bisnis wisata, termasuk hotel, restoran, biro perjalanan dan semacamnya, untuk menawarkan produk. “Dulu disampaikan kita bisa tawarkan produk di website itu dan masyarakat bisa booking melalui website itu juga. Tapi sampai sekarang kelihatannya itu belum berjalan,” papar Masrido Sine.

tsa

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…