Selasa, 25 Januari 2011 11:29 WIB News Share :

Sidang kode etik AKP Sri Sumartini digelar tertutup

Jakarta–Terdakwa kasus mafia hukum AKP Sri Sumartini menjalani sidang kode etik dan disiplin. Sidang digelar secara tertutup dari wartawan.

Pantauan  sidang telah dimulai sejak pukul 10.00 WIB di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Selasa (25/1). Sidang dipimpin Ketua Komisi Sidang Brigjen Pol Yotje Mende.

Wartawan tidak diperkenankan masuk melihat proses sidang. Sekitar 5-6 petugas provost melarang wartawan memasuki ruang sidang. “Sidangnya terbatas (tertutup),” kata Kapusprovost Brigjen Pol Ricky HP Sitohang.

Saat ini sidang masih berlangsung. Dijadwalkan mantan Direktur II Ekonomi Khusus Brigjen Pol Edmon Ilyas akan bersaksi untuk AKP Sri Sumartini.

Dalam catatan, ada 7 petugas polisi yang diduga melanggar kode etik dan disiplin terkait kasus Gayus. Mereka yakni, Kompol Arafat, AKP Sri Sumartini, AKBP Mardiyani, Kombes Pambudi, Kombes Eko, Brigjen Edmon Ilyas, Brigjen Raja Erizman.

Namun, baru Kompol Arafat saja yang telah disidang dan divonis bersalah melanggar kode etik dalam sidang. Arafat akhirnya direkomendasikan untuk dipecat dari Kepolisian.

Sementara, dalam kasus mafia hukum, Arafat dan Sri Sumartini telah divonis masing-masing 5 tahun dan 2 tahun bui oleh Pengadilan Jakarta Selatan.

Belakangan, munculnya kasus pelesiran Gayus ke Bali pada awal November, 9 petugas jaga termasuk Kepala Rutan Brimob Kompol Iwan Siswanto ditetapkan sebagai tersangka kasus suap. Saat ini berkas ke-9 tersangka masih P19 (belum lengkap).

Pada Senin kemarin, Wapres Boediono mengingatkan Polri untuk menjalankan Inpres kasus Gayus dengan baik. Salah satu poin Inpres itu adalah memberi sanksi pada pejabat yang terlibat.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…