Selasa, 25 Januari 2011 16:29 WIB Pendidikan Share :

Penipuan dengan dalih dana pendidikan kembali marak

Solo (Espos)–Penipuan dana pendidikan atas nama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah kembali marak. Oleh karena itu guru, sekolah, dosen dan pensiunan diminta waspada.

Ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (25/1), Kepala Disdikpora Solo, Rakhmat Sutomo, mengatakan berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan Jawa Tengah Nomor 359/00240 tanggal 10 Januari 2011, disinyalir saat ini banyak terjadi penipuan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab mengatasnamakan pejabat di lingkungan pendidikan.

Sesuai laporan, katanya, sasaran dan korban penipuan pada umumnya adalah Kasek/guru, dosen dan pengelola satuan pendidikan baik negeri maupun swasta di semua jenjang pendidikan. Modus penipuan pada umumnya menginformasikan seolah-olah korban akan menerima sejumlah dana pendidikan tetapi harus menyetor uang terlebih dahulu pada rekening bank yang ditentukan pelaku. “Modus tersebut biasanya dilakukan melalui handphone dengan nomor prabayar. Penipu mengirimkan short message service (SMS), telepon langsung, ada juga yang menggunakan surat tertulis,” terangnya.

Rakhmat menegaskan tidak ada model pemberian atau pencairan bantuan dengan pemberitahuan melalui telepon atau SMS. Semuanya dilakukan menggunakan surat resmi. Demikian halnya soal seseorang yang mengaku wartawan lalu menjanjikan bisa menginformasikan suatu hal dengan meminta imbalan, Rakhmat meminta orang tersebut tidak usah dilayani.

ewt

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…