Selasa, 25 Januari 2011 15:12 WIB News Share :

Kalender bergambar Burung Garuda terbalik di Kediri diminta ditarik

Kediri–Tercetaknya lambang negara Burung Garuda dengan posisi terbalik di kalender Pemkab Kediri, mendapatkan tanggapan keras dari anggota dewan. Mereka meminta kalender bergambar bupati Kediri dan suaminya secepatnya ditarik dari peredaran.

Choirul Anisa, anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kediri adalah satu satu yang menyuarakan penarikan kalender. Kondisi yang saat ini ada, secara tak langsung ikut menjatuhkan kredibilitas Pemerintah Kabuaten Kediri sebagai institusi pemerintahan di mata rakyatnya. “Jangan mentang-mentang berkuasa terus apapun dianggap biasa. Saya minta agar kalender itu harus ditarik,” ungkap Ninis, sapaan akrab Choirul Anisa melalui sambungan telepon, Selasa (25/1).

Politisi dari Partai Demokrat tersebut juga mengatakan, agar penarikan tidak menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat, Pemkab Kediri harus menyediakan penggantinya. “Pokoknya jangan sampai masyarakat kecewa,” sambungnya.

Pendapat yang sama juga disampaikan Anwar Zainudin, anggora DPRD Kabupaten Kediri dari Fraksi Bhinneka Tunggal Ika. Burung Garuda dimata Anwar adalah lambang negara yang sangat sakral, yang tidak boleh diperlakukan seperti itu.

“Ya tentunya agar tidak terjadi hal-hal buruk di kedepannya, kalender itu sudah semestinya dianulir, ditarik, atau apalah istilahnya,” kata Anwar, saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Kediri, Jl.Soekarno – Hatta.

Terkait adanya kesengajaan dalam keanehan di kalender tersebut, Anwar menginginkan dilakukannya kroscek ke pihak percetakan. Namun dia yakin kejadian tersebut bukan sebuah kesengajaan, dan terjadi karena kemungkinan salah edit.

“Bisa jadi ini sebuah jebakan untuk Pak Tris (mantan Bupati Kediri Sutrisno), dimana orang-orang yang tak bertanggung jawab memasang gambarnya yang salah. Untuk itu saya rasa penting untuk dilakukan kroscek ke percetakannya,” sambung Anwar.

Sementara Bupati Kediri Haryanti Sutrisno masih belum bisa dikonfirmasi mengenai kesalahan dalam kalender yang diedarkan pemerintahannya. Informasi dari Kabag Humas Edi Purwanto, Bupati masih berada di Kecamatan Kepung dalam rangka penyerahan bantuan bibit pertanian.

“Nanti kalau acaranya sudah selesai saya tak matur, beliaunya bersedia apa tidak menemui,” ujar Edi.

Diberitakan sebelumnya, sebuah keanehan terdapat di kalender tahun 2011 yang diedarkan secara gratis oleh Pemkab Kediri ke seluruh masyarakatnya. Keanehan tepatnya tampak di gambar Burung Garuda pada topi yang dikenakan mantan Bupati Kediri Sutrisno di kalender tersebut.

Meski sudah tak menjabat sebagai bupati, gambar Sutrisno memang masih terpasang besar di kalender tersebut mendampingi istrinya Haryanti yang merupakan bupati terpilih periode 2010 – 2015.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT ANDALAN FINANCE INDONESIA (Nasmoco Group), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…