Selasa, 25 Januari 2011 23:13 WIB Sragen Share :

Insiden pelemparan molotof dan batu, empat penumpang luka berat

Sragen (Espos)–Sedikitnya empat orang warga terpaksa dilarikan ke RSUD Sragen lantaran mengalami luka parah dan puluhan orang lainnya luka-luka akibat terkena lemparan molotov dan batu, Selasa (25/1) dinihari.

Selain itu tiga gerbong Kerata Api (KA) Gaya Baru Malam terbakar akibat insiden tersebut. Pelemparan batu dan molotov dilakukan warga tak dikenal di sepanjang lintasan KA dari Solo-Sragen. Lemparan tersebut ditujukan bagi rombongan suporter Persebaya bandha nekat (Bonek). Namun sebagian warga yang bukan rombongan Bonek pun turut menjadi korban.

Sekitar 300-an penumpang KA Gaya Baru Malam dengan 12 gerbong itu berhenti di Stasiun Sragen sekitar pukul 00.30 WIB. Ratusan penumpang segera diturunkan dan petugas stasiun segera memadamkan api di tiga gerbong yang terbakar, yakni gerbong 1,2 dan gerbong lima. Puluhan pasukan polisi yang siap siaga sebelumnya berupaya mengevakuasi korban penumpang.

“Penumpang yang luka ringan langsung ditangani petugas balai pengobatan (BP) Stasiun Sragen. Sedangkan penumpang yang luka parah segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Kondisi KA Gaya Baru Malam jurusan Pasar Senin-Surabaya rusak parah. Hampir semua kaca KA pecah dan tiga gerbong terbakar. Untung petugas pemadam di stasiun ini segera berhasil memadamkan api,” ujar petugas Stasiun KA Sragen Agus Wahyudi saat dijumpai Espos, Selasa pagi.

Empat warga yang mengalami luka parah terdiri atas Kusno Susilo, 55, warga Jl Mustang M/7, Kartoharjo, Madiun mengalami luka bakar pada bagian tangan kiri. Farid, 4, bocah di bawah lima tahun (Balita) asal Pekatan Galis, Bangkalan, Madura terkena pecahan kaca di kepalanya hingga robek sepanjang tiga sentimeter (cm). Saliyah, 44, warga Janti RT 2/RW VIII, Papar, Kediri mengalami luka bakar di bagian tangan kiri dan patat kanan. Terakhir Agus Sistanto, 31, warga Jl Sruni Blok C 881, Pinang, Tangerang juga mengalami luka cukup parah.

Sementara salah seorang korban pelemparan molotov, Suliyah, menerangkan di dalam gerbong lima banyak ditemukan bermacam-macam barang, mulai dari botol, batu masuk semua. “Saat itu saya dan suami saya ngumpet di kolong tempat duduk untuk menghindari lemparan batu dan molotov. Namun kondisinya sudah tidak karuan. Saya sendiri terkena luka bakar di bagian tangan dan patat akibat terkena ledakan molotov di dalam gerbong KA,” ujarnya.

Lebih lanjut Suliyah mengisahkan, hampir semua penumpang hanya mementingkan keselamatan sendiri. Dia mengaku sempat terinjak-injak kaki penumpang lainnya saat terjatuh untuk menyelamatkan diri.  “Kejadian itu terjadi sebelum sampai di Stasiun Sragen, mungkin sekitar 100 meteran, karena cukup dekat dengan stasiun. Syukurnya, kami cepat diturunkan di Sragen ini dan bisa dibawa ke RSUD ini,” paparnya saat ditemui Espos di RSUD Sragen bersama suaminya.

Suaminya merupakan korban terakhir yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sragen hingga pukul 05.30 WIB. Tiga korban lainnya yang dirawat di IGD sudah dipulangkan ke daerah asalnya setelah mendapat perawatan medis di RSUD Sragen.

trh

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…