Selasa, 25 Januari 2011 14:41 WIB Kesehatan Share :

Fortifikasi pangan untuk atasi kurang gizi

Jakarta–Hingga saat ini, masalah kurang gizi masih menjadi ancaman bagi anak-anak terutama balita di Indonesia. Untuk mengatasinya, Kementerian Kesehatan menerapkan tiga strategi termasuk peningkatan mutu konsumsi lewat program fortifikasi (penambahan gizi) pangan.

Dalam peringatan Hari Gizi Nasional di Gedung Kementerian Kesehatan, Selasa (25/1), Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih secara resmi meluncurkan produk suplemen tabur yang dinamakan Taburia. Suplemen ini merupakan bentuk fortifikasi atau penambahan gizi pada makanan di level rumah tangga.

Dengan kandungan 12 vitamin dan empat mineral penting yakni yodium, selenium, seng dan zat besi, Taburia diharapkan bisa membantu masa tumbuh kembang anak terutama di usia 6-24 bulan. Kelebihannya adalah tidak mengubah rasa atau warna makanan, sehingga tidak mempengaruhi nafsu makan anak.

“Fortifikasi dan suplementasi termasuk dalam upaya preventif dalam mengatasi gizi buruk. Selain lewat Taburia, fortifikasi juga dilakukan lewat minyak goreng yang akan diperkaya dengan vitamin A dan juga pemberian suplemen zat besi untuk ibu hamil,” ungkap Menkes.

Upaya lain yang akan dilakukan oleh Menkes adalah upaya promotif, melalui pemberdayaan dan pendidikan gizi. Upaya ini dilakukan antara lain melalui peningkatan pengetahuan ibu-ibu dan anak sekolah tentang pentingnya gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif dan penimbangan berat badan balita.

Sebagai upaya kuratif bagi yang sudah terkena dampak gizi buruk, Menkes berjanji akan meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan. Selain dilakukan di Rumah Sakit dan Puskeskmas, upaya perbaikan gizi bagi yang sudah terkena dampak juga dilakukan dengan melibatkan basis-basis komunitas masyarakat.

“Ketiga upaya yakni promotif, preventif dan kuratif tidak berjalan sendiri-sendiri. Ketiganya dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan semua pihak, termasuk Kementerian Pertanian untuk yang berhubungan dengan pangan,” tambah Menkes.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…