Selasa, 25 Januari 2011 23:33 WIB Boyolali Share :

Diterjang banjir lahar dingin, Dam Kali Apu hancur

Boyolali (Espos)–Banjir lahar dingin yang terjadi sejak Senin (24/1) sore hingga malam hari mengakibatkan dam Kali Apu yang menjadi jembatan penghubung warga Desa Klakah dan Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali akhirnya hancur.

Badan dam yang sebelumnya tergerus akibat banjir lahar dingin kini sudah hancur dan jalan menjadi terputus. Bahkan, akibat banjir lahar dingin tersebut, membuat arus air dari puncak Merapi semakin deras dan menerjang beberapa tebing yang ada di sekitar Kali Apu. Selain itu, hancurnya dam Kali Apu itu juga membuat lahar dingin dari puncak Merapi tidak bisa tertahan karena sudah tidak ada penahan atau dam. Akibatnya, akan berpengaruh pada daerah hilir atau muara Kali Apu yang berada di Kali Pabelan, Kabupaten Magelang.

Dari pantauan Espos, Selasa (25/1) di lokasi, badan dam Kali Apu yang hancur tersebut sepanjang sekitar 100 meter, dengan kedalaman sekitar 50 meter. Selain itu, akibat hancurnya dam Kali Apu membuat jalur menuju ke Tlogolele terputus. Bahkan, warga kesulitan mengakses jalan tersebut, karena aliran air membentuk jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter.

Selain itu, banjir lahar dingin itu juga mengakibatkan alur sungai berubah. Kini arus air berubah persis di tengah sungai dan membentuk jurang sedalam lima meter dengan lebar sekitar delapan meter.

Salah seorang warga Dukuh Karang, Desa Tlogolele, Selo, Suwanto menuturkan awalnya dam Kali Apu itu sudah tergerus banjir lahar dingin beberapa waktu lalu. Saat itu, memang kondisinya sudah memprihatinkan. “Kondisi dam itu memang sudah membahayakan, karena beberapa titik dinding dam mengalami keretakan. Ternyata saat banjir lahar dingin langsung hancur diterjang akibat derasnya arus,” ujarnya kepada Espos di lokasi, Selasa.

Suwanto menuturkan saat kejadian tersebut, kondisi di sekitar dam Kali Apu diguyur hujan deras. Selain dam hancur, kerusakan juga terjadi di beberapa titik tebing di sekitar Kali Apu.  Menurut Suwanto, dengan hancurnya dam Kali Apu itu, selain membuat terputusnya akses warga Tlogolele yang akan ke Klakah, hancurnya dam itu juga membuat arus air menjadi tidak terkendali. “Pasalnya, dengan adanya dam itu, air bisa sedikit tertahan. Sekarang hal itu tidak bisa tertahan. Warga di daerah hilir yang merasakan akibatnya,” papar dia.

Senada, warga lainnya, Mayar menuturkan dengan hancurnya dam Kali Apu itu, membuat akses warga menjadi terputus. Warga berharap pemerintah segera bertindak untuk memperbaiki dam yang hancur itu. “Masalahnya dam itu juga menjadi jalan penghubung bagi warga Desa Klakah dan Tlogolele. Semenjak rusak, warga sudah berusaha membuat jembatan darurat dari bambu, tetapi ternyata juga hancur diterjang banjir,” papar dia.

Mayar mengatakan dengan kondisi saat ini, memang sangat sulit untuk melakukan perbaikan. Terlebih kondisi hujan yang terus menerus, membuat perbaikan juga akan mengalami kendala, terlebih kondisi di lokasi yang masih labil. Keduanya mengaku dengan kondisi dam Kali Apu yang sudah hancur membuat warga Tlogolele akan terhambat untuk keluar desa. Pasalnya, warga akan kesulitan untuk menyeberang sungai, karena terkendala tebing yang sangat curam.

Selain dam Kali Apu hancur, banjir lahar dingin juga mengakibatkan jembatan Gumuk yang menghubungkan Dukuh Gumuk dan Belang, Desa Tlogolele terputus.

fid

lowongan pekerjaan
PENGAWAS&ESTIMATOR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Kementerian Riset Teknologi dan…