Senin, 24 Januari 2011 11:48 WIB News Share :

Sebelum sidang, wartawan SOLOPOS dan Lilik sempat bertemu

Jogja (Espos)–Triyono, wartawan SOLOPOS yang menjadi korban pemukulan mantan Dandim Karanganyar, Letkol Inf Lilik Sutikna sempat bertemu dengan Lilik. Pertemuan Lilik dengan Triyono terjadi saat keduanya menunggu sidang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Bahkan, keduanya tampak akrab dan berbincang-bincang di salah satu ruang di Mahkamah Militer II-11 Yogyakarta, Senin (23/1).

Triyono didampingi oleh staf SDM, Rezi dan Redaktur Pelaksana SOLOPOS,  Anton W Prihartono. Terdengar tertawa renyah dari Triyono maupun Lilik.  Lilik kepada Espos mengatakan dirinya berangkat dari Semarang untuk menjalani sidang di Mahmilti. “Saya berangkat dari Semarang pukul 05.00 WIB. Agak macet tadi di jalan,” ungkap Lilik santai.

Ketika ditanya tentang kesiapannya menghadapi sidang pedana, Lilik mengaku siap. “Sesuai pernyataan saya di BAP, saya mengaku salah karena telah melakukan pemukulan terhadap saudara Triyono. Saya emosi. Saya juga sudah minta maaf kepada saudara Triyono dan SOLOPOS dan saya siap menerima konsekuensi hukum atas perbuatan saya. Saya akan menerima keputusannya,” imbuh dia.

Lilik menambahkan, dalam kasus ini dia meminta agar sidang dilaksanakan Jogjakarta. “Ketika saya dihubungi oleh Odmil di Jakarta, saya berharap agar sidang bisa dilaksanakan di Jogjakarta biar kawan-kawan wartawan bisa memantau perkembangan kasus ini. Biar terbuka dan masyarakat tahu kasus ini benar-benar diproses,” ungkap Lilik yang kini menjadi Pamen di Kodam IV/Diponegoro ini.

Sebelum sidang, Lilik tampak santai. Sesekali dia bercanda dengan Triyono dan wartawan lain. “Wah nanti jadi headline lagi ya,” tanya Lilik sambil tertawa.

ano

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…