Senin, 24 Januari 2011 17:07 WIB Ekonomi,Solo Share :

Pemkot bidik 185 PKL Jl Ki Hajar Dewantara

Solo (Espos)–Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melalui Dinas Pengelola Pasar (DPP) mulai membidik 220 pedagang kaki lima (PKL) Jl Ki Hajar Dewantara dan Jl KH Masykur Jebres sebagai sasaran penataan. Para PKL akan dimasukan kompleks Pasar Panggungrejo, Jebres yang terletak di belakang Kantor Kecamatan Jebres. Penegasan itu disampaikan Kepala DPP, Subagiyo saat ditemui wartawan di sela-sela tinjauan lapangan Pasar Panggungrejo Senin (24/1). “Kami akan upayakan detail engineering design (DED) gedung baru masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun ini,” ujarnya singkat.

Namun dia menjelaskan PKL Jl Ki Hajar Dewantara akan diutamakan menempati bangunan baru Pasar Panggungrejo dibanding Jl KH Masykur. Berdasar data DPP diketahui jumlah PKL Jl Ki Hajar Dewantara yang belum tertampung Pasar Panggungrejo 185 orang. Sedangkan jumlah PKL Jl KH Masykur sekitar 35 orang. Mantan Kepala Satpol PP dan Camat Jebres itu meminta 170-an pedagang Pasar Panggungrejo yang selama ini “tiarap” supaya segera mengoperasikan kios mereka.

Bila pedagang bandel tidak berjualan, kios akan dialihkan untuk sebagian PKL Jl Ki Hajar Dewantara. Ketua Paguyuban Pedagang Sekitar Kampus (PPSK) UNS, Sukir mendesak pemindahan PKL Jl Ki Hajar Dewantara ke Pasar Panggungrejo dilakukan tahun ini. Sebab keberadaan PKL di luar Pasar Panggungrejo merugikan pedagang pasar. Sehingga memicu kecemburuan pedagang pasar. Di sisi lain, Sukir yang juga Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Panggungrejo mengungkapkan rencana audiensi dengan Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) waktu dekat ini.

kur

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…