Senin, 24 Januari 2011 19:00 WIB Boyolali Share :

Pemkab Boyolali pasang portal di jembatan Paras

Boyolali (Espos)–Dinas Pekerjaan Umum Perhubungan Pertambangan dan Kebersihan (DPUPPK) Boyolali memasang portal dari beton di kedua sisi jembatan Paras, Kecamatan Cepogo. Langkah itu dilakukan agar jembatan tidak dilintasi kendaraan bermuatan berat, karena kondisi fondasi jembatan yang tergerus lahar dingin Merapi.

Dari pantauan Espos, Senin (24/1), pemasangan portal beton itu dilakukan dari sisi utara jembatan maupun selatan jembatan. Masing-masing sisi, dipasang empat buah portal beton. Hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas. Sedang mobil maupun truk tidak bisa melintas di jembatan yang melintang di atas Sungai Gandul tersebut. Kedua fondasi jembatan itu sudah menggantung tergerus banjir lahar dingin beberapa waktu lalu. Selain itu, tebing di sekitar jembatan yang menghubungkan Kecamatan Cepogo dan Musuk itu ada beberapa yang mengalami longsor.

Ketua RW II Desa Paras Parjo mengatakan pemasangan portal beton itu dilakukan sejak dua pekan terakhir ini. Pasalnya, sebelumnya warga sudah memasang papan pengumuman larangan melintas kendaraan berat maupun pemasangan bambu di sekitar jembatan. “Tetapi hal itu tidak berlangsung lama, ada beberapa mobil maupun truk yang melintas dengan menyingkirkan halangan. Akhirnya dari Pemkab memasang portal beton itu agar mobil atau truk bisa melintas,” ujarnya kepada wartawan di lokasi, Senin.

Akibat kerusakan jembatan dan pemasangan portal beton itu, jelas Parjo, pengendara mobil maupun angkutan berat lainnya terpaksa harus memutar. Warga yang melintas dan hendak ke Musuk, harus memutar ke Boyolali Kota. Selain itu, warga bisa memutar melewati Desa Sumbung maupun Gedangan, yang berjarak lebih dari lima kilometer. “Terpaksa harus memutar, karena jembatan Paras itu merupakan jembatan vital bagi warga yang hendak ke Musuk atau bahkan ke Klaten,” jelas dia.

fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…