Senin, 24 Januari 2011 10:17 WIB News Share :

Istana sangkal Presiden Curhat minta gaji naik

Jakarta–Pernyataan Presiden SBY soal gaji yang tidak naik selama tujuh tahun, tidak bertujuan meminta kenaikan gaji. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks mendorong kinerja anggota TNI dan Polri yang setiap tahun mendapatkan renumerasi.

Demikian jelas Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha tentang isu gaji Presiden SBY. Dia dicegat sebelum bertolak menuju India dan Swiss  untuk mendampingi kunjungan kerja Presiden SBY.

“Yang ditekan mendorong kinerja pimpinan TNI dan Polri agar lebih optimal.¬† Tidak perlu pikirkan yang lain-lain lagi sebab pemerintah bersungguh-sungguh memberikan renumerasi secara bertahap,” ujar Julian di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (24/1).

Menurutnya tidak ada yang salah atau tidak etis dari pernyataan Presiden SBY mengenai gaji itu. Sebab semuanya didasarkan pada fakta dan aturan hukum berlaku yang memang menetapkan nilai gaji Presiden RI.

“Apanya yang tidak etis? Semua yang beliau sampaikan memang ada dasar hukumnya dan aturan soal gaji presiden sudah berlaku sejak sebelum 2004,” tegasnya.

Karena yang disampaikan adalah fakta dan bertujuan mendorong kinerja pimpinan TNI dan Polri, maka tidak tepat menuding bila Presiden SBY meminta kenaikan gaji. Juga bukan pula mengeluh soal gaji seperti yang diramaikan banyak pihak.

“Itu pemahaman yang terlalu jauh. Tidak ada curhat mengenai gaji,” tegas Julian.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…