Senin, 24 Januari 2011 23:47 WIB Solo Share :

FPDIP terbitkan SP III untuk Paundra

Solo (Espos)–Fraksi PDI Perjuangan (FPFIPF) DPRD Kota Solo menerbitkan Surat Peringatan (SP) III kepada Paundra Karna Jiwasuryonagoro, anggota Dewan yang ditugaskan di Komisi III lembaga legislatif itu. Ketua FPDIP DPRD Kota Solo Tegus Prakosa kepada wartawan di Gedung DPRD Solo, Senin (24/1), menjelaskan SP III bernomor 022/FPDIP/1/2011 itu dikirimkan kepada Paundra pada Kamis (20/1) lalu. “Pemberian SP III itu merupakan instruksi dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) pada Selasa (18/1). Kami sudah memberikan tembusan kepada DPC, DPD serta DPP PDIP,” jelas Teguh. Menurut Teguh, SP III itu merupakan tindak lanjut hasil Kongres PDIP yang menyebutkan setiap anggota partai yang duduk di lembaga legislatif harus menaati aturan. Teguh menambahkan Ketua DPC PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo juga sudah melaporkan kinerja Paundra kepada Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Ihwal ancaman penerapan pergantian antarwaktu (PAW) atas Paundra, Teguh enggan berspekulasi. “Kami tidak berharap PAW, namun kami meminta yang bersangkutan mengundurkan diri secara kekeluargaan,” terang dia.

Saat ditanya peluang majunya Heni Nogogini sebagai pengganti Paundra, Teguh menyatakan menyerahkan segala keputusan kepada partai. Berdasarkan perolehan suara dalam Pemilu 2009, Heni berada di urutan kelima di bawah Hartanti (anggota Komisi III DPRD Solo), Maryuwono (anggota Komisi I DPRD Solo), Paundra (anggota Komisi III DPRD Solo) dan Bambang Wijayanto (anggota Komisi I DPRD Solo). Dengan demikian, apabila sanksi PAW diberlakukan kepada Paundra maka Heni berpeluang menjadi pengganti

mkd

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…