Senin, 24 Januari 2011 20:36 WIB Sukoharjo Share :

Dianiaya, korban KDRT lapor polisi

Sukoharjo (Espos)–Seorang ibu rumah tangga asal Gonilan, Kartasura, Sukoharjo berinisial IS, 38, melaporkan tidak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada Polres Sukoharjo, Senin (24/1). Selain dianiaya, korban mengaku dikurung sejak Oktober 2010 lalu. Pelaku KDRT adalah suaminya, WB. Laporan korban diterima oleh petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolres Sukoharjo sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban datang ke Mapolres didampingi ibunya, SS, 58, warga Purbawardayan, Solo, serta pamannya, Parto Yuwono. Ketiganya diantar oleh Heru, 40, warga Karanganyar. Kepada <I>Espos<I>, Heru menerangkan dia diminta oleh saudara ipar korban, Iwan, untuk mengantar korban melaporkan perkara yang dihadapinya. Heru mengatakan kondisi korban sangat memrihatinkan. Bagian bibir, muka dan bagian tubuh korban lainnya menunjukkan bekas luka penganiayaan. Pada Senin pagi korban sempat dianiaya WB. Sebelumnya korban bahkan sempat dikurung sedi rumah dan dibatasi aksesnya hingga tidak bisa bertemu dengan keluarga.

Menurut Parto keluhan korban sejatinya sudah terdengar sejak Oktober 2010 lalu. Namun, dia mengatakan korban takut mengadukan masalah itu kepada polisi lantaran ancaman suaminya.

“Ini murni delik aduan yang sifatnya absolut,”

Ditemui terpisah, Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Sukiyono, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Pri Hartono EL, mengakui pihaknya telah menerima laporan itu. Dia menjelaskan kasus itu ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). “Tentunya kami akan melihat hasil visum dulu karena luka dan beberapa lainnya yang diderita korban tidak cukup mengantar kami dalam penanganan kasus ini,” katanya.

ovi

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…