Senin, 24 Januari 2011 16:32 WIB Internasional Share :

Aksi demo terus berlangsung di Tunisia

Foto: Internet

Jakarta–Aksi-aksi demonstrasi terus berlangsung di Tunisia. Ratusan warga Tunisia bahkan mengabaikan aturan jam malam dengan berkemah di depan kantor Perdana Menteri (PM) Tunisia Mohammed Ghannouchi pada Minggu (23/1) malam waktu setempat.

Aksi ini sebagai upaya untuk memaksa pemerintahan PM Ghannouchi mundur menyusul tergulingnya Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali. Menurut para demonstran, revolusi terhadap Ben Ali harus diikuti oleh pengunduran diri seluruh figur rezim lama dan pembubaran RCD, partai berkuasa pimpinan Ben Ali.

Dalam aksinya, para demonstran mendirikan dua tenda dan memasang kantong-kantong tidur di depan kantor PM Ghannouchi. Aksi ini terang-terangan mengabaikan aturan jam malam dan status keadaan darurat yang melarang setiap pengerahan massa. Namun pasukan keamanan Tunisia membiarkan aksi massa tersebut. Ini sangat mencolok dengan operasi yang dilancarkan aparat dalam hari-hari terakhir kediktatoran Ben Ali.

Sebelumnya ribuan warga berdemo di alun-alun depan kantor PM Ghannouchi pada 23 Januari pagi waktu setempat. Kebanyakan dari mereka datang dari daerah-daerah miskin di negara Afrika Utara itu. Massa bertekad akan terus melakukan aksi mereka sampai pemerintah mundur.

“Kami tak akan meninggalkan alun-alun sampai pemerintah mundur,” cetus Mizar, seorang mahasiswa asal Sidi Bouzid seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (24/1).

“Kami datang untuk menumbangkan sisa-sisa kediktatoran,” kata Mohammed Layani, seorang pria lanjut usia.

Beberapa demonstran tampak membawa foto-foto lusinan orang yang tewas menjelang tergulingnya Ben Ali. Sebelumnya PM Ghannouchi telah mengatakan akan mundur dari dunia politik setelah pemilihan umum digelar di Tunisia dalam enam bulan ke depan.

Ben Ali meninggalkan negaranya pada 14 Januari lalu setelah aksi protes berkepanjangan menuntut dirinya mundur. Diktator yang memerintah selama 23 tahun itu pergi ke Arab Saudi.

Tunisia dikenal sebagai negara tujuan wisata yang stabil di Afrika Utara. Ben Ali naik jabatan sebagai presiden setelah melakukan kudeta damai. Banyak yang mengkritik pemerintahan Ben Ali sebagai tangan besi, korup dan tidak toleran.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…