Minggu, 23 Januari 2011 15:54 WIB Tak Berkategori Share :

Pemerintah siapkan sungai baru untuk aliran lahar Merapi

Agung Laksono, Foto: matanews.com

Magelang – Pemerintah akan menyiapkan sungai baru aliran lahar dingin Merapi di Dusun Gulon, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, untuk mengantisipasi luapan lahar ke jalan raya Magelang-Yogyakarta.

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, di Magelang, Minggu (23/1), mengatakan bahwa aliran lahar di Sungai Putih di Desa Jumoyo akan dipecah menjadi dua, yakni melalui alur lama dan alur baru.

Ia mengatakan hal tersebut seusai meninjau wilayah bencana korban lahar dingin dan pengungsi korban lahar dingin di penampungan sementara Lapangan Jumoyo bersama Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri, Menteri Pertanian, Suswono, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Samsul Ma`arif.

Pasca-erupsi Merapi terjadi luapan banjir lahar dingin di Sungai Putih telah delapan kali menutup jalur utama Magelang-Yogyakarta. Peristiwa banjir lahar terakhir terjadi pada Sabtu (22/1).

Agung mengatakan, untuk sementara di atas sungai baru tersebut akan dibangun jembatan bailey dan ke depan nantinya akan dibangun jembatan permanen.

Ia mengatakan, kalau terjadi banjir lahar susulan nantinya ada dua aliran, yakni melalui alur lama dan alur baru sehingga lahar tidak lagi meluap ke jalan raya.

Menurut dia, nanti akan ada program pemulihan bagi korban lahar dingin seperti korban erupsi Merapi. “Akan dilakukan program pemulihan ekonomi seperti korban erupsi Merapi bagi penyelamatan salak pondoh. Tentu hal ini bekerja sama dengan pemerintah daerah,” katanya.

Ia mengatakan, bagi korban lahar dingin saat ini masih di pengungsian, ke depan akan dibangunkan tempat hunian sementara.

Berkaitan dengan rumah warga yang rusak akibat diterjang lahar dingin, dia mengatakan, akan diberikan bantuan.

Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Jumoyo, Sudiyat, menyebutkan bahwa akibat terjangan banjir lahar dingin di Dusun Gempol terdapat 43 rumah hanyut, 24 rumah rusak berat, 18 rumah rusak sedang, dan lima rumah rusak ringan.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi luapan banjir lahar dari Sungai Putih tersebut, warga telah sepakat untuk dibuat aliran baru atau aliran sungai diluruskan seperti yang terjadi saat banjir lahar akhir-akhir ini. Antara

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…