Minggu, 23 Januari 2011 16:46 WIB Solo Share :

Marak, pemasangan reklame langgar aturan

Ilustrasi foto reklame liar dibersihkan petugas: Foto/hu-pakuan.com

Solo (Espos) — Pemasangan reklame insidental yang melanggar aturan hingga kini masih marak. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah memberikan peringatan kepada sejumlah biro iklan atau perusahaan periklanan, tetapi banyak yang tidak mengindahkan.

Demikian penjelasan Kepala Bidang Pendaftaran dan Pendataan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (Kabid Dafda DPPKA) Kota Solo, Suhanto, ketika ditemui wartawan di sela-sela kegiatan <I>car free day<I> atau hari bebas dari kendaraan bermotor di Jl Slamet Riyadi Solo, Minggu (23/1).

“Hanya yang profesional yang biasanya langsung menyadari dan segera mencabut atau memindahkan reklame mereka setelah mendapat peringatan,” ungkap Suhanto.

Sementara biro iklan atau perusahaan periklanan yang kurang profesional, menurut Suhanto, biasanya justru main kucing-kucingan dengan petugas penertiban dari Pemkot. Sebagian dari mereka memasang reklame pada tengah malam lantaran menganggap petugas penertiban sudah tidak beroperasi pada jam-jam tersebut.

“Terutama Sabtu malam karena mereka mengira petugas penertiban libur. Setiap Minggu pagi biasanya petugas yang berkeliling terpaksa mencabut reklame yang dipasang tersebut,” kata Suhanto.

Suhanto menjelaskan reklame insidental rata-rata berupa reklame yang jangka waktunya tidak terlalu panjang. Rata-rata jangka waktunya maksimal sepekan.

“Sebenarnya mereka mengantongi izin reklame, hanya lokasi pemasangannya tidak sesuai, misalnya di pepohonan, taman, tiang listrik atau tiang telepon, di tembok-tembok dan panel Telkom,” terangnya.

Suhanto mengimbau biro iklan atau perusahaan periklanan agar mengindahkan aturan. Pemasangan pada tempatnya akan memperindah kota. sry

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…