Minggu, 23 Januari 2011 21:56 WIB Boyolali Share :

Lubang menganga di bawah Balai Rakyat membesar

Boyolali (Espos)–Lubang menganga yang berada di bawah Balai Rakyat gedung DPRD Boyolali makin membesar. Diduga, lubang tersebut merupakan bekas sumur yang ambles setelah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Balai rakyat yang berada di sisi timur gedung DPRD itu kini dipasang bambu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dari pantauan Espos, Sabtu (22/1), lubang yang berada tepat di bawah tangga masuk balai rakyat itu bertambah besar. Dua pekerja terus menambah tanah dan pasir untuk memadatkan lubang tersebut. Langkah itu dilakukan agar lubang tersebut segera tertutup. Selain itu, penutupan itu dilakukan agar fondasi balai rakyat tidak terganggu akibat adanya lubang tersebut.Kabag Umum Sekretariat Dewan (Setwan) Arif Wardianta mengatakan awalnya lubang tersebut berukuran kecil. Namun, karena tergerus hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini, membuat lubang semakin membesar.“Saat dicek ternyata dulu sebelum dibangun balai rakyat, lokasi itu merupakan sumur milik warga,” ujarnya kepada Espos, Sabtu.Ditambahkan Arif, sebagai langkah awal, pihaknya telah menambah tanah dan pasir untuk menutup lubang tersebut. Selain itu, pihaknya juga memadatkan tanah agar kondisi tidak semakin ambles.“Dari perkiraan kami sumur itu memiliki diameter sekitar 2,5 m dengan kedalaman sekitar enam meter,” tambah dia.Jika tetap ambles, jelas Arif, pihaknya terpaksa akan membongkar sebagian lantai balai rakyat itu untuk mencegah kerusakan balai rakyat yang semakin parah.

fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…