Sabtu, 22 Januari 2011 15:50 WIB Solo Share :

Titik nol Solo disiapkan jadi area publik

Solo (Espos)–Pemerintah Kota Solo makin mempercantik diri dengan terus membangun sejumlah kawasan. Salah satunya yakni pembangunan koridor Jl Jendral Sudirman dan Jl RE Martadinata. Kawasan titik nol Kota Solo itu akan menjadi salah satu kawasan publik yang berkonsep hijau dan ramah pejalan kaki.

Hal ini disampaikan juri sayembara perancangan koridor Jl Jendral Sudirman dan Jl RE Martadinata, Eko Budiharjo di Loji Gandurng, Sabtu (22/1). “Konsep pemenang sayembara perancangan koridor ini akan segera ditindaklanjuti dengan pembuatan DED dan mulai dibangun secara bertahap sejak 2011,” kata Eko.

Sebelumnya Pemkot Solo mengadakan sayembara mengenai perancangan konsep penataan di dua ruas jalan tersebut. Sayembara ini diikuti oleh 23 peserta dari sejumlah kota di Indonesia. Ada beberapa titik berat dari konsep yang disajikan para pemenang. Di antaranya koridor tersebut akan menjadi salah satu taman hijau yang memiliki banyak pohon.  Sedang di Jl RE Martadinata akan dikonsep kampung pecinan.  Mengenai konsep kampung pecinan tersebut, Walikota Solo Joko Widodo mengatakan telah mendapat dukungan dari warga keturunan Tionghoa yang tinggal di sekitar jalan tersebut.

Jokowi menambahkan pembangunan kawasan di pusat kota ini diharap jadi proyek percontohan bagi pembangunan serupa di kawasan Solo lainnya. “Saya harap per kawasan ada konsep yang jelas dan harus dikerjakan orang yang ahli,” paparnya.  Pemkot Solo saat ini menganggarkan Rp 1 miliar untuk konsep awal perencanaan dan perancangan kawasan tersebut. Diperkirakan proyek tersebut akan tuntas pada 2014 dengan menghabiskan dana sekitar Rp 23 miliar.

aha

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…