Sabtu, 22 Januari 2011 11:03 WIB News Share :

Polri diyakini bisa tuntaskan kasus Gayus

Jakarta--Harapan ada di pundak Polri untuk menuntaskan kasus Gayus Tambunan. Bukan tanpa sebab, nama baik Polri dipertaruhkan di hadapan publik. Karena itu diyakini Polri bisa dan mampu untuk menyelesaikan kasus Gayus.

“Saya yakin dan optimis Polri akan melakukan yang terbaik. Kasus Gayus ini merupakan pertaruhan reputasi dan prestasi Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo,” kata anggota Kompolnas, Novel Ali saat dihubungi, Sabtu (22/1).

Novel yang juga dosen komunikasi politik di Undip ini menerangkan, instruksi presiden yang berjumlah 12 butir sudah jelas, penuntasan kasus Gayus untuk memenuhi harapan publik. Sanksi bagi penegak hukum yang terlibat pun dinilai akan dilaksanakan tegas.

“Lembaga publik dan masyarakat menyoroti kasus ini. Ini pertaruhan polisi untuk pembuktian kepada publik, sekarang kita beri kesempatan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan,” terang Novel.

Instruksi presiden itu pun, lanjut Novel, harus segera dilaksanakan, jangan menunda-nunda. Publik menunggu upaya kepolisian dan janji presiden untuk penuntasan kasus Gayus.

“Jadi instruksi presiden itu harus cepat-cepat dilaksanakan, jangan berlama-lama,” tutupnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan instruksi pada jajaran di bawahnya untuk menangani kasus mafia pajak yang melibatkan Gayus Tambunan. Ke-12 instruksi ini merupakan langkah konkret yang harus dijalankan lembaga penegak hukum.

Salah satu instruksi itu yakni Kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, diinstruksikan untuk mempercepat dan menuntaskan kasus hukum Saudara Gayus Tambunan.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Editor Biologi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…