Sabtu, 22 Januari 2011 14:49 WIB Hukum Share :

Napi pembunuh mahasiswa UPN bunuh diri di Rutan Medaeng

Surabaya–Pelaku pembunuhan dua mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya yang divonis Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dengan hukuman penjara seumur hidup, nekat mengakhiri hidupnya.

Dimas Nusantoro, pembunuh Fahmi dan Rizal Abdul Sukur Latif mengakhiri hidupnya dengan cara membenturkan kepalanya di tembok Rutan Klas I Surabaya (Rutan Medaeng), Sidoarjo.

“Saya mendapatkan laporan dari petugas kejadian itu sekitar pukul 12.30 WIB,” kata Kepala Divisi Lembaga Pemasyarakatan Kanwil KemenkumHAM Jawa Timur, Djoko Hikmahadi , Sabtu (22/1).

Menurut Djoko, Dimas ,30, membenturkan kepalanya ke tembok hingga berulang kali di ruang Poliklinik Rutan Medaeng, Saat kejadian itu, diperkirakan ada dua orang narapidana (Napi) lainnya, yang berada di ruang klinik.

“Saya belum tahu apakah kepala mengeluarkan darah atau tidak. Dia membenturkan kepalanya kemungkinan lebih dari sekali,” tuturnya.

Setelah membenturkan kepalanya, Dimas terlihat pingsan, dan dua Napi itu menghubungi petugas poliklinik untuk mengecek kesehatan Dimas. Sayangnya, saat diperiksa, Dimas sudah tak bernyawa lagi.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…