Sabtu, 22 Januari 2011 06:30 WIB Sport Share :

Monumen peringatan untuk mengenang Paul Si Gurita...

Publik Jerman rupanya sangat terkesan dengan aksi Paul Si Gurita sepanjang gelaran Piala Dunia 2010. Paul memang menjadi fenomena menarik di Piala Dunia tahun lalu. Namanya tenar gara-gara aksinya yang selalu benar menebak hasil-hasil pertandingan, termasuk menyebut Spanyol bakal mengalahkan Belanda di partai final.

Namun ia ditemukan mati didalam akuarium di Sea Life di Oberhausentiga, Jerman, tiga bulan silam. Paul yang saat itu berusia dua tahun diduga mati karena sakit. Kini, monumen permanen yang juga dibangun di Sea Life, telah berdiri dan diresmikan, Kamis (20/1) waktu setempat. Monumen itu sebagai tanda untuk mengenang kecerdikan dan keajaiban Si Gurita.  Seperti dilansir foxnews.com, akuarium di Oberhausen sudah meluncurkan replika plastik Paul setinggi 1,8 meter. Pada replika itu terlihat Paul sedang mencengkeram bola dengan delapan tentakelnya. Di dalam bola terdapat guci emas berbentuk daun yang menyimpan abu kremasi gurita tenar itu.

Juru bicara akuarium di Oberhousen, Tanja Munzig, mengatakan monumen itu bukan sekadar peringatan, tapi juga tempat peristirahatan terakhir Paul. Dengan adanya  monumen itu, para penggemar bisa melepas rindu dengan sang gurita. Monumen ini memang didirikan atas permintaan para penggemar Paul di seluruh dunia.

Sepanjang gelaran Piala Dunia di Afrika Selatan, Paul menebak dengan jitu delapan pertandingan, tujuh di antaranya adalah laga yang melibatkan Timnas Jerman. Ramalan Paul sejak babak penyisihan hingga final selalu benar. Pemerintah Spanyol sebelumnya juga menganugerahi Paul sebagai warga kehormatan Kota Carballino, Spanyol.

yms

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…