Sabtu, 22 Januari 2011 00:05 WIB Boyolali Share :

Jembatan darurat Kali Apu diterjang banjir lahar

Boyolali (Espos)–Jembatan darurat Kali Apu yang dibuat oleh warga di tiga dukuh di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kamis (20/1) sore hanyut, akibat diterjang banjir lahar dingin. Padahal, jembatan itu baru dioperasikan dua hari. Dari pantauan Espos, Jumat (21/1), jembatan yang terbuat dari bambu itu sudah tidak ada bekasnya sama sekali.

Awalnya, jembatan itu dibuat agar warga di Desa Tlogolele tidak terisolasi akibat jebolnya dam Kali Apu. Sebelum ada jembatan darurat, warga harus berputar melalui Kabupaten Magelang yang memakan waktu lebih dari satu jam untuk menuju Kota Boyolali.

Meski jembatan hanyut, sebagian warga terlihat masih nekat menyeberangi Kali Apu yang arus airnya sangat deras. Bahkan, para pengendara motor juga nekat melintasi Kali Apu. Salah seorang warga Dukuh Tlogomulyo, Desa Tlogolele, Muji mengatakan hanyutnya jembatan darurat itu terjadi saat hujan melanda kawasan puncak Merapi.

“Akibatnya, terjadi banjir di Kali Apu dan menerjang jembatan darurat yang baru dua hari dibangun,” ujarnya kepada Espos, Jumat. Muji berharap pemerintah bisa segera membuat jembatan darurat yang lebih kuat. Selain hanyutnya jembatan darurat, jelas Muji, warga juga merasa khawatir dengan kondisi dam Kali Apu. Pasalnya, bagian dam yang jebol sudah mencapai lebih dari 50 persen. Jika hujan terus menerus terjadi, jelas Muji, seluruh dam bisa jebol. Hal itu bisa mengakibatkan tebing di kedua sisi Kali Apu bisa longsor.

Terpisah, Kades Tlogolele Budi Harsono mengatakan biaya pembuatan jembatan darurat yang hanyut tersebut menelan anggaran Rp 500.000. Namun hingga hanyut, pihaknya belum mendapatkan ganti dari Pemkab.

“Anggaran sudah kami ajukan. Tetapi juga belum cair,” ujarnya saat dihubungi Espos, Jumat.

fid

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…