Sabtu, 22 Januari 2011 13:40 WIB Ekonomi Share :

Cadangan devisa RI diproyeksikan tembus US$ 100 M

Jakarta–Bank Indonesia (BI) memproyeksikan cadangan devisa RI akan mencapai US$ 112,6 miliar di akhir 2011. Jumlah tersebut dapat menutup 7,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah jangka pendek.

Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam pertemuan tahunan perbankan 2011 (Bankers Dinners) di Gedung Bank Indoneisa, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat malam (22/1).

“Penanaman modal langsung (FDI) diperkirakan akan berperan lebih besar dalam komposisi arus modal masuk. Secara keseluruhan neraca pembayaran pada 2011 diprakirakan akan mengalami surplus US$ 16,4 miliar dengan cadangan devisa mencapai US$ 112,6 miliar di akhir 2011,” papar Darmin.

Menurut Darmin, dengan meningkatnya cadangan devisa akan memperkuat ketahan ekonomi Indonesia dalam memitigasi berbagai kejutan eksternal (self insurance).

Lebih jauh Darmin memproyeksikan juga pertumbuhan ekonomi akan berada di 6,0%-6,5% di akhir 2011 dan meningkat menjadi 6,1%-6,6% pada 2012. “Investasi yang mulai meningkat sejak 2010 diperkirakan dapat berlanjut sehingga membuat struktur pertumbuhan ekonomi berimbang,” tuturnya.

Darmin memaparkan selama 2010 kemarin, FDI ke Indonesia mencapai US$ 12,6 miliar hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2009 yang hanya sebesar US$ 4,9 miliar. “Sementara itu, di 2010 sendiri kita telah membukukan surplus US$ 30 miliar. Dan cadangan devisa yang mencapai US$ 96,2 miliar atau naik 45,5% dibanding 2009,” tukasnya.

dtc/tiw

lowongan kerja
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…