Sabtu, 22 Januari 2011 14:22 WIB Hukum Share :

46 Imigran gelap diamankan polisi Sidoarjo

Sidoarjo--46 Imigran gelap diamankan Polres Sidoarjo di pantai Tambak Oso, Waru, Sidoarjo. Imigran gelap tersebut berasal dari Afganistan dan Iran. Puluhan imigran gelap itu diamankan di bibir pantai saat hendak naik kapal yang rencananya akan membawa mereka ke Australia.

“Setelah mendapat informasi dari unit people smuggling Mabes Polri dan Polda Jatim, kami bergerak mencari para imigran itu yang berada di wilayah kami. Kami menangkap mereka dini hari tadi,” kata Kapolres Sidoarjo, AKBP M. Iqbal, saat dihubungi , Sabtu (22/1).

Para imigran itu, kata Iqbal, merupakan pelarian dari Rumah Detensi Imigrasi (rudenim) di Bogor. Lolos dari Bogor, mereka kabur melalui jalan darat untuk kemudian ke Sidoarjo dengan rencana ke Australia menggunakan kapal. Untunglah usaha ilegal imigran itu dapat digagalkan polisi.

Setelah dapat diamankan, kata Iqbal, para imigran segera dibawa dan didata di Polres Sidoarjo. Dari pendataan diketahui jika imigran dari Afganistan berjumlah 16 orang dan Iran 30 orang. Rinciannya, laki-laki 36 orang, perempuan enam orang dan anak-anak lima orang (empat laki-laki, satu perempuan). Dari jumlah itu ada lima imigran yang sudah berkeluarga.

“Para imigran ini nantinya akan kami serahkan ke pihak imigrasi dan International Organization for Migration (IOM),” tambah mantan Kasat Lantas Polwiltabes Surabaya ini.

Oleh pihak imigrasi, imigran yang sudah berkeluarga atau 17 orang akan ditampung di Hotel Tilamas di Jalan Raya Juanda Sedangkan sisanya akan dibawa ke rudenim di Bangil, Pasuruan.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…