Jumat, 21 Januari 2011 15:31 WIB Internasional Share :

Tunisia tetapkan Hari Berkabung Nasional untuk korban kerusuhan

Tunis–Hari Berkabung Nasional ditetapkan di Tunisia untuk mengenang puluhan orang yang tewas selama aksi protes sebelum dan sesudah tergulingnya Presiden Tunisia Zine al-Abidine Ben Ali. Hari berkabung tersebut akan berlangsung tiga hari yang dimulai hari ini.

Dalam pesan yang dirilis usai rapat kabinet, seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (21/1), pemerintah menyatakan sekolah-sekolah dan universitas-universitas yang ditutup sejak pekan lalu, akan dibuka kembali pada Senin (24/1) mendatang.

Mohamed Aloulou, Menteri Kepemudaan dan Olahraga, mengatakan pada wartawan, acara olahraga yang juga dihentikan sementara sejak pekan lalu, akan dilanjutkan kembali secepatnya.

Setidaknya 78 orang tewas sejak dimulainya aksi-aksi protes dan kerusuhan di Tunisia. Kerusuhan tersebut telah menimbulkan kerugian senilai 3 miliar dinar. Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri Tunisia Ahmed Friaa pada televisi pemerintah Tunisia.

Presiden Ben Ali telah kabur ke Arab Saudi pada pekan lalu. Kepergian Ben Ali tersebut terjadi menyusul kerusuhan yang terjadi berpekan-pekan yang dipicu oleh kemarahan atas kemiskinan, pengangguran dan penekanan.

Otoritas Tunisia mengatakan, mereka telah menyita beberapa aset dari keluarga Ben Ali. Sebuah bank milik menantu Ben Ali telah ditempatkan di bawah kendali bank sentral.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…