Jumat, 21 Januari 2011 23:32 WIB Boyolali Share :

Program penggantian hewan ternak tuntas

Boyolali (Espos)–Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian, drh Prabowo Respati Caturoso, mengatakan program penggantian hewan ternak akibat erupsi Merapi saat ini sudah tuntas. Pemerintah telah mengganti sebanyak 399 ekor sapi yang mati akibat erupsi Merapi di wilayah Jateng dan DIY.

“Dari total yang diganti itu menghabiskan anggaran sekitar Rp 31 miliar. Jumlah itu menghemat anggaran lebih dari Rp 69 miliar dari perkiraan Rp 100 miliar,” ujarnya kepada wartawan saat penyerahan bantuan sapi kepada kelompok peternak di Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Jumat (21/1). Prabowo menambahkan saat terjadi erupsi Merapi beberapa waktu lalu, pihaknya berhasil mengevakuasi sebanyak 8.009 ekor sapi milik warga. Sapi itu, jelasnya, kemudian menjalani perawatan lebih dari satu bulan.

“Sebetulnya sapi-sapi itu merupakan sapi korban erupsi. Tetapi kami berhasil mengevakuasi dan merawat. Setelah lebih dari sebulan dalam masa perawatan kemudian kami kembalikan kepada warga. Sehingga batal dijual,” tambah dia.

Dijelaskan Prabowo, pihaknya juga mendapat dukungan dari sejumlah organisasi peternakan dan pengusaha dalam penyediaan pakan hijauan maupun obat-obatan ternak selama masa tanggap darurat Merapi. “Ada suplai pasokan pakan hijauan dari Baturaden dan ada juga bantuan dari berbagai organisasi untuk mendukung upaya perawatan hewan ternak milik warga yang ditinggal mengungsi,” papar dia.

Sementara, Bupati Boyolali Seno Samodro dalam sambutannya mengatakan selama erupsi Merapi, sebagian warga Boyolali yang berada di lereng Merapi memilih mengungsikan hewan ternaknya di sejumlah titik, antara lain pasar sapi sunggingan dan kandang-kandang peternak.

“Dari identifikasi sapi mati di Boyolali mencapai 176 ekor dan sapi dijual sebanyak 97 ekor,” papar dia. Dari 97 ekor sapi yang dijual, jelas Bupati, diberikan bantuan sosial kepada 31 kelompok.

fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…