Jumat, 21 Januari 2011 06:15 WIB Klaten Share :

Perayaan Yaqowiyu, 5 ton apem disebar

Klaten (Espos)—Hari ini, Jumat (21/1), sekitar lima ton apem bakal disebar dalam puncak perayaan Yaqowiyu. Sebelumnya, pada Kamis (20/1) sore, masyarakat sekitar Jatinom, berbondong-bondong menyaksikan kirab sepasang gunungan apem dari kantor pemerintah kecamatan setempat menuju Masjid Agung Jatinom. Gunungan tersebut diserahkan kepada Parogo Ki Ageng Gribig dan disemayamkan semalam sebelum disebarkan pada puncak perayaan Yaqowiyu hari ini.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Klaten, Setya Subagya saat dihubungi Espos mengatakan kirab itu dimeriahkan atraksi 15 klub drum band, tarian warok, grup rebana dan lainnya. “Alhamdulilah perjalanan kirab berjalan lancar. Penonton berjubel di pinggir jalan meski sebelumnya Jatinom sempat diguyur hujan deras,” ungkapnya.

Dia menuturkan kirab bermakna penyerahan sedekah dari masyarakat untuk prosesi sebaran apem, Jumat ini. Dikatakan Setya, puncak prosesi Yaqowiyu rencananya dipimpin Bupati Klaten. Sekitar lima ton apem dipersiapkan untuk disebar.

“Sebagian merupakan sumbangan masyarakat Boyolali yang sempat mengungsi ke Jatinom saat erupsi Merapi,” urainya.  Lebih lanjut, saat disinggung tentang antisipasi keamanan Yaqowiyu, Setya mengatakan pihaknya menggandeng aparat Polsek, Koramil setempat maupun jajaran Polres Klaten. Pada bagian lain, truk bermuatan bahan galian C dilarang melintas di jalanan ecamatan Jatinom selama perayaan Yaqowiyu.

“Kami sudah sosialisasikan kepada awak truk supaya tak lewat Jatinom Kamis-Jumat (20-21/1) untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas karena ada acara kirab dan lainnya,” ujar Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Klaten, Sudiyarsono. Menurutnya, petugas disiagakan untuk mengarahkan truk-truk supaya pengemudinya berbelok lewat Kartasura.

rei

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…