Jumat, 21 Januari 2011 09:49 WIB News Share :

Panja Pajak Komisi III berpotensi menimbulkan politisasi kasus Gayus

Jakarta–Pembentukan Panja Pemberantasan Mafia Pajak dan Hukum Komisi III DPR, terutama tentang kasus Gayus Tambunan, dirasa tak perlu. Meski niatnya baik, namun rawan disalahgunakan untuk kepentingan politis.

Mantan Wakil Ketua KPK, Erry Riyana menilai, pembentukan Panja tersebut tidak bijak jika sampai melakukan intervensi terhadap kasus Gayus. DPR dianggap terlalu tinggi untuk mengurusi perkara itu. “Bila pun harus, cukup mengundang pengacaranya saja. Ini sebenarnya bukan keharusan,” ujar Erry, Kamis (20/1).

Bagi Erry, persoalan Gayus di DPR bisa saja berbelok ke hal-hal lain di luar mafia pajak. “Iya begitu, di samping politisasi proses hukum,” tegasnya.

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menambahkan, kasus Gayus harus segera diselesaikan. Perdebatan antara Satgas dan Gayus justru semakin mengaburkan masalah. Semua pihak diminta melepaskan kepentingan masing-masing dan lebih mendukung para penegak hukum guna menuntaskan kasus ini. Arti tuntas bagi Nasir bukan hanya pada vonis Gayus semata, melainkan seluruh mafia pajak bisa dibongkar.

“Ini tapi kan nggak boleh berlarut-larut. Semua pihak harus melepaskan kepentingannya. Kalau terus dipertentangkan, mafia pajaknya yang tertawa-tawa,” tegas politisi PKS ini.

Nasir juga mencurigai, politisasi kasus Gayus sengaja terus dihembuskan guna menutupi isu tertentu. Misalnya, kontroversi RUUK DIY dan Parpol. “Dulu gencar, sekarang ini semua tertutup jadinya,” imbuh pria asal Aceh ini.

Presiden SBY juga diminta konsisten dengan 12 instruksinya. Tak perlu terpengaruh dengan polemik yang dibuat oleh Gayus. “Fokus enggak dengan instruksinya itu. Kalau ramai begini akan menenggelamkan instruksi itu,” tutupnya.

Sebelumnya, Panja Komisi III pimpinan Tjatur Sapto Edy akan memintai keterangan Kapolri Jenderal Timur Pradopo seputar kemajuan pengusutan kasus Gayus Tambunan. Mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD) juga akan dimintai keterangan serupa.

Selain itu Panja juga akan menghadirkan Dirjen Pajak dan jajarannya. Langkah ini ditempuh untuk memastikan permainan Gayus selama bekerja di Ditjen pajak. Panja juga memastikan akan memanggil Gayus Tambunan, termasuk semua penegak hukum dan penanggung jawab sektor perpajakan.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…