merapi-belah-dlm
Jumat, 21 Januari 2011 14:23 WIB Tak Berkategori Share :

Magelang terancam terbelah dua akibat lahar dingin

Magelang–Banjir lahar dingin merusak satu per satu infrastruktur di Magelang, Jawa Tengah. 11 Jembatan jebol karena tak kuasa diterjang lahar dingin. Magelang pun terancam terbelah dua menjadi wilayah barat dan timur.

Kebanyakan jembatan yang rusak berada di Kali Putih, Kali Pabelan dan Kali Batang. Di Kali Pabelan, tinggal satu jembatan yang tersisa di Desa Prumpung, Kecamatan Muntilan, Magelang. Jika jembatan ini ambruk, maka resmi sudah Magelang terbelah dua.

Sementara di Kali Putih, masih tersisa lima jembatan. Jembatan itu yakni jembatan Gempol (Kecamatan Salam), jembatan Gebayan (Kecamatan Salam), jembatan Ngepos (Kecamatan Srumbung) yang saat ini terancam, jembatan antar dusun Sabrangkali (Kecamatan Ngluwar) dan jembatan antar dusun Karangrejo (Kecamatan Ngluwar).

Jika banjir lahar dingin menutup Jalan Raya Magelang-Jogya, maka hanya jembatan Gebayan, dan jembatan Ngepos yang bisa difungsikan sebagai jalur alternatif ribuan warga. Namun jika banjir yang datang besar, semua jembatan tersebut ditutup karena berbahaya. Lalu lintas pun harus dialihkan ke jalur Purworejo, Jawa Tengah dan Kulon Progo, Jogjakarta.

“Jika ditambah dengan jembatan Tlatar, Kecamatan Dukun, Magelang yang kemarin putus total, sudah 11 jembatan di Kabupaten Magelang yang putus,” tegas Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Penanggulangan Bencana (Kesbangpol dan PB) Kabupaten Magelang, Drs Eko Triyono, Jumat (21/1).

Untuk DAM dan bendungan irigasi masyarakat yang jebol, jumlahnya sudah mencapai puluhan. Di alur Kali Putih saat ini bahkan hanya tersisa dua bendungan irigasi. Bendungan lainnya sudah hancur diterjang lahar dingin Merapi.

Terkait banyaknya infrastruktur rusak ini, pemkab setempat kesulitan membangun kembali jembatan dan bendungan tersebut. Untuk itu, pemkab berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersedia membantu.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Magelang, Sutarno menyatakan, Pemkab kesulitan membangun jembatan darurat (jembatan bailey). Sebabnya, sungai semakin lebar akibat tergerus material banjir berupa pasir, lumpur dan batu-batu besar.

Kali Pabelan dan Kali Putih saat ini mengalami pelebaran akibat tergerusnya tebing di pinggir sungai. Bahkan Kali Pabelan di Desa Gondosuli, Kecamatan Muntilan misalnya lebarnya mencapai sekitar 300 meter.

“Lebarnya sungai sudah menjadi dua kali lipat, ukuran jembatan bailey yang dipunyai Kodam IV Diponegoro tidak bisa mencakup kelebaran sungai. Padahal musim hujan masih dua bulan lagi,” tegas Sutarno.

Sutarno mencontohkan pemerintah pernah membangun jembatan bailey di Srowol Progowati Kecamatan Muntilan dengan bentangan 28 meter. Setelah diresmikan 1 Januari 2011, jembatan tersebut hanyut pada banjir lahar 9 Januari akibat bentangan sungai bertambah lebar menjadi 68 meter.

Dari pengalaman ini, pemerintah tidak berani membangun jembatan bailey. Hal ini karena jembatan dengan bentangan di atas 51 meter harus menggunakan tiang penyangga. Padahal, saat ini tidak mungkin membangun jembatan dengan tiang penyangga di tengah.

“Jembatan Tlatar yang memiliki bentangan 60 meter jebol akibat tiang penyangga bagian tengah tergerus material vulkanik. Banjir lahar bisa sangat besar sehingga kaki jembatan tidak akan kuat menahannya,” tegas Sutarno.

Sutarno menegaskan solusi sementara, pemda akan membangun jembatan bambu di sejumlah titik di Kali Putih, Kali Pabelan dan Kali Batang. Saat ini, DPU ESDM masih melakukan survei untuk menentukan lokasi mana saja yang akan dibangun jembatan bambu tersebut.

“Pembangunan jembatan bambu ini merupakan upaya darurat agar masyarakat tetap bisa beraktifitas. Kami akan mengusahakan agar para pejalan kaki dan sepeda motor bisa melalui jembatan bambu tersebut,” tegas Sutarno.

Berikut data infrastruktur yang rusak di Magelang akibat lahar dingin Merapi:

A. Jembatan putus di Kali Pabelan
1. Jembatan Srowol
2. Jembatan Sudimoro
3. Jembatan Bojong Kojor
4. Jembatan Gunung Lemah
5. Jembatan Surodadi
6. Jembatan Tlatar
7. Jembatan Menayu

B. Jembatan putus di Kali Putih
1. Jembatan Candi
2. Jembatan Sirahan
3. Jembatan Karangasem

C. Jembatan putus di Kali Batang
1. Jembatan Mantingan

D. DAM jebol
1. DAM Dusun Bendo, Desa Mangunsoko
2. DAM Desa Keningar
3. DAM Desa Paten
4. DAM Ngepos
5. DAM Salamsari

E. Sekolah rusak & hilang
1. TK Pertiwi Sirahan, Salam
2. TK Ibnu Hajar, Salam
3. SMK Negeri Pertanian, Salam

F. Musala rusak & hilang
1. Musala Darussalam, Karangasem, Ngluwar
2. Musala Sudisari, Sudimoro, Adikarto, Muntilan

G. Puskesmas rusak & hilang
1. Puskesmas Pembantu Sirahan

H. Pasar rusak & hilang
1. Pasar Desa Jumoyo.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Pengawas, Estimator, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komunisme dan Logika Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (23/9/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, seorang editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Mungkin kita pernah membaca pernyataan bahwa adanya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi…