Jumat, 21 Januari 2011 06:00 WIB Hukum,Karanganyar Share :

Kejagung merespons aduan LSM soal GLA

Karanganyar (Espos)–Kejaksaan Agung (Kejakgung) akhirnya memberi respons positif terkait penanganan kasus Griya Lawu Asri (GLA). Kejagung menjanjikan segera turun tangan memeriksa dugaan keterlibatan Bupati Karanganyar, Rina Iriani. Demikian disampaikan Koordinator Aliansi LSM Karanganyar, Rony Wiyanto, kepada wartawan dalam jumpa pers, Kamis (20/1). Sedikitnya delapan orang perwakilan LSM se-Karanganyar mengadu ke Kejakgung terkait skandal GLA, Rabu (19/1) lalu.

Rony mengatakan kedatangannya di Kejakgung diterima langsung oleh Wakapenkum, Cecep Sony. Dalam pertemuan itu pihaknya menyampaikan 12 poin pengaduan soal kasus GLA.

“Kejakgung berjanji paling lambat satu pekan perintahkan Kejakti atau Kejari untuk memeriksa Bupati Karanganyar,” tegas Rony. Perwakilan LSM ┬ámengancam jika dalam waktu sepekan tidak juga ada tanggapan atas pengaduan tersebut pihaknya akan menggelar aksi besar-besaran di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta, dan menggeruduk Kejakgung untuk menagih janji. Menurutnya, sudah tidak ada alasan lagi bagi aparat penegak hukum tidak memeriksa Bupati Karanganyar Rina Iriani. Apalagi dalam surat dakwaan baik perkara Ketua KSU Sejahtera Handoko Mulyono maupun terdakwa sekaligus suami Bupati Rina, Tony Haryono disebutkan secara gamblang oleh jaksa penuntut umum (JPU) soal keterlibatan Rina.

“Jadi masih menunggu apalagi. Semuanya sudah jelas dan nyata,” tegasnya. Rony mengatakan selain mengadukan persoalan pengusutan kasus GLA ke Kejakgung, pihaknya juga memberi surat tembusan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan harapan pengusutan kasus GLA tidak jalan di tempat. Sebelumnya, Bupati Karanganyar Rina Iriani menegaskan tidak menerima aliran GLA. Dia juga menolak menjadi saksi dalam persidangan kasus korupsi yang membelit suaminya, Tony Haryono.

isw

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…