Jumat, 21 Januari 2011 22:37 WIB Boyolali Share :

FSBMI akan gelar aksi penggalangan Rp 1.000

Boyolali (Espos)–Sejumlah organisasi kemasyarakat Boyolali yang tergabung dalam Forum Solidaritas Buruh Migran Indonesia (FSBMI) akan menggelar aksi pengumpulan uang pecahan Rp 1.000. Langkah itu dilakukan untuk membantu pemulangan 200 buruh migran di Arab Saudi yang kini hidup di kolong jembatan.

“Kami mengajak partisipasi masyarakat membantu pemulangan TKI yang saat ini membutuhkan uluran tangan,” ujar Humas FSBMI Ahmad Syakur kepada wartawan di Boyolali, Jumat (21/1). Sejumlah organisasi yang tergabung dalam forum itu antara lain Serikat Perempuan Tanpa Batas (SPTB) Semarang, Penggerak Partisipasi Perempuan, Anak/Remaja Indonesia (Pepari) Boyolali, Lembaga Kajian untuk Transformasi Sosial (LKTS) Boyolali, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Boyolali dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Boyolali. Menurut Syakur, aksi itu akan dilakukan selama dua hari, Senin-Selasa (24-25/1) di perempatan Kridanggo, Boyolali.

“Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui rekening Yayasan Migrant Care,” katanya. Dikatakan, hingga saat ini sudah genap tiga bulan nasib sekitar 200 buruh migran Indonesia terlantar di kolong jembatan di Arab Saudi. Syakur menambahkan, estimasi biaya pemulangan TKI hanya Rp 1,7 miliar, atau hanya 0,9 persen dari anggaran Presiden SBY untuk kunjungan ke luar negeri yang mencapai Rp 179 miliar. “Ironisnya lagi, setiap TKI menyumbang PNBP (Penghasilan Negara Bukan Pajak) sebesar Rp 600 miliar dari biaya perlindungan TKI US$15 yang dibayarkan setiap akan berangkat ke luar negeri,” katanya.

fid

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…