Jumat, 21 Januari 2011 12:23 WIB News Share :

Diterjang lahar dingin, Jl Raya Magelang-Jogja rusak parah

Jakarta–Setelah diterjang lahar dingin Merapi, Jl Raya Magelang-Jogja rusak parah. Akibatnya, sisi jalan yang bisa dilewati pengendara kian menyempit. Kemacetan pun tidak terhindarkan.

Pantauan di lokasi, Jumat (21/1), terjangan banjir lahar hingga tujuh kali berturut-turut mengakibatkan jalan raya yang terletak di Km 23 Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Magelang hancur pada sebagian sisi jalan. Lebar kerusakan mencapai tujuh meter, dengan panjang sekitar 35 meter.

Selain itu, hempasan lahar yang mengikis jalan membentuk dinding curam setinggi 25 meter. Dinding curam ini tentunya bisa membahayakan pengendara karena di bawahnya bertebaran batu-batu besar dari Merapi.

Akibat kerusakan ini, kemacetan pun tak terelakkan. Bahkan kendaraan yang melewati jalan ini terjebak, hingga macet mengular sepanjang tujuh kilometer. Tak jarang dari para pengendara mengeluhkan kondisi ini.

“Sangat terganggu mas dengan kondisi jalan seperti ini. Lebih baik jalur dialihkan saja kamudian cepat-cepat diperbaiki. Daripada jalan yang rusak oleh terjangan lahar dingin menyempit tetap dilalui menambah panjang kemacetan,” keluh Hardi ,43, warga Pakem, Sleman.

Hardi berharap jalan segera diperbaiki karena jalan ini merupakan jalan penghubung antar propinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta.

“Sangat terganggu. Paling tidak jalan segera dikebut agar bisa normal kembali supaya bisa dilewati dengan lancar lagi,” timpal pengendara lain, Kobul Hidayat ,52, yang berkendara dengan sepeda motor.

Untuk mengurangi kemacetan, di lokasi nampak petugas Satlantas Polres Magelang menerapkan sistem buka tutup arus lalu lintas. Para petugas juga meminta agar pengendara berhati-hati karena kondisi jalan yang masih berlumpur.

Sementara itu, Petugas Pelaksana Kebijakan (PPK) Bina Marga Magelang, Budi Sudarman saat ditemui detikcom berjanji akan segera memperbaiki jalan. Saat ini, petugas telah melakukan pengerukan dan mulai membuat pondasi. Tiga alat berat juga diperbantukan untuk membersihkan jalan yang berlumpur.

“Kini baru kami adakan pengerukan dan penataan batu-batu besar digunakan pondasi. Kita gunakan grosok kemudian akan kita tambal,” terang Budi.

Budi menjelaskan, pembuatan pondasi dan penambalan masih merupakan upaya tanggap darurat memperbaiki jalan. Sebab, jalan yang diperbaiki bisa saja kembali rusak jika banjir lahar dingin kembali terjadi.

“Ini khan tanggap darurat mas. Jadi semuanya serba darurat. Yang pasti secepatnya akan kita kerjakan supaya bisa segera selesai bila tidak terjadi hujan terus menerus,” jelas Budi.

Lebih lanjut, Budi juga mengungkapkan jika Pemrov masih mengkaji opsi pembuatan flyover di jalan ini untuk menghindari terjangan banjir lahar dingin.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…